Mantan Striker Persis Segera Berkostum Kalteng Putra

Tim promosi Liga 1, Kalteng Putra, sedang menjajal kemampuan Abanda Rahman. Striker jangkung ini merupakan mantan pemain Persis Solo di Liga 2 musim 2018, dan akan menjadi bagian dari Kalteng Putra di Liga 1 2019.

Meski masih menjalani seleksi, Abanda Rahman sangat berpeluang bergabung dengan Kalteng Putra, setelah pelatih Gomes de Oliveira merekomendasikannya untuk direkrut. Menurutnya, Abanda memiliki kemampuan yang sesuai kebutuhan Laskar Isen Mulang.

“Saya sudah melihat kemampuannya dalam beberapa hari terakhir. Semoga manajemen segera mengikatnya dengan kontrak resmi,” ujar Gomes de Oliveira kepada Bola.com, Minggu (21/4/2019).

Musim lalu Abanda Rahman membela dua klub berbeda yakni PSPS Riau, kemudian hijrah ke Persis di pertengahan musim.

Abanda mengaku sangat ingin membela Kalteng Putra yang sebenarnya sudah tidak asing lagi baginya.

“Masih trial, tapi tentu saya senang kalau pelatih sudah merekomendasikan. Saya tidak asing dengan beberapa pemain di tim ini. Pada musim 2013 saya ikut tim ini saat masih bernama Persepar,” jelas pemain bertinggi 181 sentimeter ini.

Status Kalteng Putra yang merupakan alumnus Liga 2, dianggapnya tak menjadi alangan untuk melambungkan prestasi setinggi mungkin dalam musim pertamanya di Liga 1. Menurutnya, Kalteng Putra dihuni pemain-pemain berkualitas dan juga pelatih yang kaya pengalaman.

“Tim ini punya potensi, dengan target yang dicanangkan manajemen untuk setidaknya tidak numpang lewat saja di Liga 1,” katanya.

Abanda Rahman juga mengaku siap bersaing memperebutkan tempat di tim utama. Barisan penyerang Kalteng Putra lebih dulu dihuni deretan striker seperti Patrich Wanggai, Ferinando Pahabol, Diogo Campos, dan Elthon Maran.

Di sisi lain, tak ada target pribadi bagi Abanda kecuali membantu Kalteng Putra berprestasi.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Sebenarnya sama saja mau bermain di Liga 1 dan Liga 2 tidak ada perbedaan. Saya bertekad membantu Kalteng Putra untuk minimal bisa bersaing di Liga 1,” pungkas Abanda Rahman mengakhiri pembicaraan.