Pelatih Madura United Dejan Antonic Tertantang untuk Cetak Sejarah Apik di Stadion Gelora Bung Tomo

Madura United belum pernah mematahkan rekor buruk mereka saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Madura United kembali akan menjajal peruntungan mereka di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kamis (25/4/2019), pada Leg 1 perempat final Piala Indonesia melawan Persebaya Surabaya.

Dua tahun terakhir, Madura selalu gagal cetak gol saat bermain di GBT.

Kalah 4-0 Liga 1 2018 lalu (25/10/2018), juga kalah 1-0 semifinal Piala Presiden 2019 (3/4/2019).

Pelatih Madura United Dejan Antonic malah lebih termotivasi untuk mencetak rekor apik saat bermain di Gelora Bung Tomo.

“Saya sering bilang, kami akan buat sejarah sebagai tantangan,” terang Dejan, usai ujicoba lawan tim Porprov Sidoarjo di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (20/4/2019).

Diluar rekor tersebut, Madura juga belum sakalipun menang dari empat laga terakhir hadapi Persebaya.

Satu laga imbang 2-2 (20/10/2018) , tiga laga sisanya harus menelan kekalahan. Kalah 4-0 (25/10/018), takluk 1-0 (3/4/2019), terakhir telan kekalahan 2-3 (6/4/2019).

Namun disampaikan Dejan, skuat asuhannya sudah belajar dari pertemuan sebelumnya dengan Persebaya. Dan jelang hadapi Persebaya, terus tunjukkan progres positif.

“Tim yang ini 3 bulan kerja sama-sama, pelan-pelan. Pasti tim ini lebih bagus. Kami akan persiapkan dengan baik untuk hari Kamis (25/5/2019),” tutur pelatih asal Serbia tersebut.

“Pasti ada orang percaya, ada orang tidak percaya. Tapi saya masih percaya 110 persen untuk anak-anak. Anak-anak semua percaya dan kami harus lihat situasinya,” tambah mantan pelatih Borneo FC tersebut.

Meski berambisi putus rekor buruk kala bertemu Persebaya, Dejan tidak mempermasalahkan harus pemain tertentu yang mencetak gol hadapi Persebaya di GBT Leg 1 nanti.

“Siapa yang masuk (gol) tidak penting, yang penting adalah kami dapat hasil yang bagus untuk Madura United,” tutup Dejan. (Khairul Amin)