Evan Dimas Disebut Pantas Bermain di Liga Korea Selatan

Perubahan regulasi pemain asing di Liga Korea Selatan atau K-League memberikan peluang untuk pesepak bola Indonesia. Mulai 2020, K-League memberlakukan regulasi 3+1+1.

Maksud dari aturan 3+1+1 adalah setiap peserta diperbolehkan mengontrak tiga pemain asing non Asia, satu pemain asing Asia, dan satu pemain asing Asia Tenggara (ASEAN). Regulasi ini dapat dimanfaatkan pemain Indonesia untuk melebarkan kariernya ke K-League.

“Pasti itu bisa menjadi kesempatan untuk pemain dari Asia Tenggara. Termasuk dari Indonesia,” ujar kiper Barito Putera asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon.

“Pasti tim-tim di Korea Selatan akan mencari pemain dari Thailand atau Vietnam. Tapi, bisa juga dari Indonesia,” katanya menambahkan.

Jae Hoo menyebut kompatriotnya di Barito Putera, Evan Dimas Darmono, layak untuk mencoba meniti harapan bermain di K-League. Namun, kondisinya tidak semudah mengembalikan telapak tangan.

Para pemain Indonesia, termasuk Evan Dimas, perlu melengkapi diri dengan kualitas sebaik mungkin. Terutama, menyempurnakan fisik sebelum berkinginan untuk berkarier di K-League.

“Pernah menyebut Evan Dimas. Tapi, tergantung diri sendiri. Soal adaptasi juga, karena beda cuaca, budaya, dan makanan. Tapi, tergantung fisik pemain. Karena Liga Korea Selatan sangat keras dan ketat,” imbuhnya.