Tersandung Kasus Penganiayaan, Patrich Wanggai: Saya Tidak Melarikan Diri

Dikabarkan terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seseorang di sebuah bar, di kawasan Demangan, Yogyakarta, Kamis (11/4/2019) dini hari lalu, mantan pemain Timnas Indonesia, Patrich Steve Wanggai, akhirnya memberikan klarifikasi.

Saat Tribun Jogja bertatap muka dengannya, Sabtu (20/4/2019) sore, talenta yang kini memperkuat tim Kalteng Putra itu mengungkapkan, terdapat beberapa hal yang membuatnya keberatan dengan stetmen korban Lalu Dhimas Ajie, melalui penasehat hukumnya.

“Apa yang mereka sampaikan itu lucu. Mereka bilang saya melarikan diri, dikejar-kejar ya, setelah kejadian itu. Padahal saya jalan kaki, terus pulang naik becak. Mana ada yang lari. Lagipula dia juga tau kok, saya dimana,” ungkapnya.

Terlebih, Patrich pun langsung berinisiatif menengok korban yang kala itu sempat mendapat perawatan di RS Bethesda selama beberapa hari.

Akan tetapi, ia memastikan maksud dan tujuan kedatangannya tersebut, bukan untuk mengajak berdamai.

“Bukan mau minta damai, saya hanya mau bicara ya, kita mediasi, ada pengacaranya juga waktu itu. Dia bilang ke aku, suruh balik dulu, minta saya kasih korban waktu, untuk berpikir,” terangnya.

Patrich pun menjelaskan, sejak awal, dirinya sama sekali tidak memiliki masalah dengan korban.

Karena itu, pesepakbola kelahiran 30 tahun silam itu mengaku heran dengan korban, yang menegurnya dengan nada tinggi, sembari menyuruh keluar dari bar.

“Saya bahkan tidak ada masalah sama dia, cuma pas keluar dari situ, saya juga tidak tahu mereka dari mana ya, entah kawannya, atau gimana,” tandasnya.

“Terus terang saja, saya sedikit tidak terima dengan mereka punya pembicaraan di media. Saya rasa, apa yang mereka katakan itu tidak masuk akal,” tambah mantan penggawa Persib Bandung tersebut.