CEO Persija Berharap Sidang Ketiga Marko Simic di Australia Berakhir Inkrah

Marko Simic masih harus menetap di Australia, meski telah menjalani persidangan hingga dua kali. Striker Persija Jakarta asal Kroasia tersebut dijadwalkan akan menghadapi persidangan ketiga dalam dugaan kasus pelecehan seksualnya yang dituduhkan kepadanya, dalam dua pekan ke depan.

Chief Operating Officer (CEO) Persija, Ferry Paulus, mengatakan Marko Simic berpeluang terbebas dari tuduhan yang dialamatkan apabila pada persidangan ketiga nanti, sang pemain tidak terbukti melakukan pelecehan seksual.

Ferry Paulus berharap persidangan ketiga kasus Marko Simic dapat berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Praktis, bomber berusia 31 tahun ini dapat kembali ke Indonesia dan kembali memperkuat Persija.

Pasalnya, pada dua persidangan sebelumnya, wanita yang melaporkan Simic tidak hadir sehingga meringankan tudingan kepada Marko Simic.

“Artinya dalam dua pertemuan (sidang) kemarin itu bisa dibilang tidak ada komplain dari pelapor. Diharapkan pertemuan (sidang) terakhir nanti itu bisa inkrah,” ujar Ferry Paulus ketika ditemui di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (12/4/2019).

“Lalu, dari fakta-fakta hukum yang didapat dari tim pengacara Persija, terutama pengacara Simic di Australia, itu juga bisa memberikan angin baik dari rencana penutupan kasus ini,” kata Ferry Paulus.

Marko Simic tersandung kasus pelecehan seksual setelah dituduh melakukan tindakan asusila kepada seorang wanita di atas pesawat dalam perjalanan menuju Australia pada 9-10 Februari lalu. Persidangan pertama dan kedua terhadap kasusnya telah digelar pada 12 Februari dan 9 April 2019.