PSIS Semarang Beri Kesempatan Pemain untuk Nyoblos

PSIS Semarang memberikan kesempatan kepada pemain dan ofisial untuk menggunakan hak suaranya pada pemilihan umum (pemilu) 2019. Manajemen memutuskan meliburkan latihan selama dua hari.

Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut ingin memastikan bahwa semua pemainnya ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Meski tidak semua pemain memilih pulang kampung.

“Kita liburkan dua hari, kalau yang dekat langsung pulang kampung,” ungkap General Manager PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto kepada Bola.net.

“Yang jauh-jauh diurus di sini, di Magelang. Sudah kita bantu uruskan proses administrasinya,” Liluk menambahkan.

Pada pemilu 2019, memang memungkinkan bagi pemilih untuk menggunakan hak suaranya di luar daerah asalnya. Selama mengajukan pindah tempat pemungutan suara (TPS) kepada Komisi Pemilihan Umum.

Pemain PSIS yang tidak pulang kampung rata-rata yang berasal dari luar Jawa, seperti dari Papua, Sumatera. Karena mereka harus melakukan perjalanan cukup jauh dari Magelang.

“Yang di luar jawa, seperti Arthur Bonai, Kelvin Wopi, Safrudin Tahar, Jandia Eka Putra, dan coach Jafri sendiri,” sambung Liluk.

“Pemilu ini kan pestanya masyarakat Indonesia, jadi kita bantu mereka untuk nyoblos,” tandasnya.