Hampir Semua Klub Liga 1 Meliburkan Pemain Untuk Nyoblos

Pemilihan presiden dan wakil presiden serta legislatif akan berlangsung serentak pada 17 April 2019. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2019, pemilu ini dihitung sebagai hari libur nasional.

Lantas bagaimana kebijakan klub Indonesia pada saat perhelatan pesta demokrasi 5 tahunan ini?

Hampir semua klub di Liga 1 memberikan waktu libur untuk para pemainnya nyoblos. Apalagi ada imbauan dari Menteri Ketenagakerjaan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 1 Tahun 2019 Tentang Hari Libur Bagi Pekerja/Buruh pada Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019.

Persija misalnya, memberikan waktu libur dua hari untuk pemainnya ikut pesta demokrasi. Waktu dua hari ini dinilai cukup meskipun Persija akan menghadapi jadwal padat di AFC Cup, Piala Indonesia dan Liga 1 2019.

“Ya, tim diliburkan selama dua hari setelah uji coba kemarin. Kami memberikan kesempatan pemain untuk menggunakan hak suaranya pada 17 April,” ujar Manajer Persija, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko

“Mereka bisa pulang ke kampung halamannya atau menggunakan hak suaranya di tempat tinggal masing-masing sesuai ketentuan KPU bagi pemain yang tidak berdomisili di Jakarta,” tambahnya.

Hal serupa dialami PSIS Semarang. Skuat Mahesa Jenar mendapatkan kesempatan pulang kampung agar bisa menyalurkan suaranya di Pemilu 2019. Mereka juga diberi jatah libur dua hari.

Di hari pencoblosan, Persib juga diliburkan dari agenda latihan rutin demi memberi kesempatan pemain dan tim pelatih, hingga ofisial tim untuk memilih.

Pada Pemilu 2019 ini, pemilih menjalankan lima pemilihan sekaligus yaitu presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi serta DPRD kabupaten/kota, kecuali DKI Jakarta yang hanya empat kertas suara tanpa DPRD Kabupaten/Kota.