Alasan Asprov PSSI Papua Tolak Pemain Profesional di PON 2020

Asosiasi Provinsi PSSI Papua menolak regulasi PSSI Pusat terkait penggunaan lima pemain profesional di cabang olahraga sepak bola dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 mendatang.

Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena, akan menyurati PSSI terkait penolakan tersebut. Pihaknya selaku tuan rumah perhelatan PON XX hanya menginginkan pemain amatir untuk berlaga di cabor sepak bola.

“Kami sudah menyurat ke PSSI dan kami meminta kebijakan PSSI untuk tidak memakai pemain profesional. Semua harus pemain amatir karena pemain profesional itu sangat berbeda dengan pemain amatir,” ujar Rocky kepada awak media olahraga di Jayapura, Selasa (16/4/19).

Rocky menjelaskan bahwa alasan mendasar pihaknya menolak penggunaan pemain profesional lantaran ingin memberikan kesempatan berkembang kepada para pemain amatir.

“Kami ingin pemain amatir yang tampil di PON agar ada daun muda yang muncul dari ajang ini. Kami ingin dari ajang PON ini bisa memberikan kontribusi pemain ke tim nasional U-22,” terangnya.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Umum Persipura ini berharap PSSI pusat segera merespons keputusan Asprov PSSI Papua sesuai dengan isi surat tersebut. Mereka bahkan sudah dua kali mengirim surat, namun belum juga menerima balasan.

“PSSI harus membalas surat kami, karena ini merupakan surat kedua. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Technical Delegate (TD) sepak bola agar segera datang ke Papua,” ucap Rocky.

“Mereka perlu meninjau venue yang akan digunakan sebagai babak penyisihan hingga partai final sekaligus memastikan regulasi cabor sepak bola PON XX 2020,” tandasnya.