Komentar PT LIB Soal Laga Pembuka Liga 1 2019

PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengungkapkan alasannya tentang pemilihan laga pembuka Liga 1 2019. Persija Jakarta kontra Semen Padang, yang dipercaya memainkan partai itu pada 8 Mei mendatang.

Tentunya, pertandingan Persija melawan Semen Padang menimbulkan pertanyaan. Mengingat, pada musim sebelumnya juara bertahan bakal berhadapan dengan juara Piala Presiden.

Bhayangkara FC yang juara Liga 1 2017, bertemu dengan Persija yang merupakan pemenang Piala Presiden 2018. Duel kedua tim tersebut jadi penanda dimulai kompetisi musim lalu.

Namun, manajer kompetisi PT LIB Asep Saputra, mempertemukan juara bertahan liga dengan Piala Presiden bukan keharusan. Makanya, pada musim ini tidak dilakukan.

“Kalau juara [Liga 1] lawan pemenang Piala Presiden itu hanya kebiasaan, bukan sesuatu aturan. Sebenarnya proses keluar jadwal ini cukup panjang, prinsip dasarnya kami bikin breket yang seideal mungkin,” kata Asep.

“Saat ini, kami sedang menjadi sorotan dengan menyebut jadwal ideal. Kami mencoba mendekati jadwal ideal, tetapi ada variabel tertentu yang harus disesuaikan. Sebetulnya, kami hargai 18 klub peserta. Semua klub dalam posisi yang sama.”

“Kami tidak pernah menyebut tim besar, tim kecil, dan lain-lain yang paling mungkin adalah kami lihat posisi tahun lalu, di posisi tadi ada penyesuaian ketika sudah implementasi, ketika jadwal sudah dimasukkan sesuai urutan, perhitungan kami tetap juara mendapat keuntungan untuk tampil di partai utama, lawannya adalah tim promosi,” tambahnya.