Gelar Bola Emas Berbau Kontroversi, Begini Jawaban Santai Hamka Hamzah

Kapten Arema FC, Hamka Hamzah, mengembalikan penilaian kepada publik sepak bola nasional mengenai layak atau tidaknya dirinya yang terpilih sebagai pemain terbaik Piala Presiden, Sabtu (13/4/19).

Opini miring itu muncul setelah namanya bahkan tidak masuk ke dalam nominasi sehingga pemilihan Hamka pun agak mengejutkan bagi publik sepak bola nasional yang mengikuti perjalanan Piala Presiden sejak awal digelar.

“Soal layak atau tidak mendapatkan gelar pemain terbaik, saya serahkan kepada publik saja,” kata Hamka.

Sebelumnya, terdapat enam pemain Arema maupun Persebaya Surabaya yang masuk ke dalam nominasi pemain terbaik, antara lain Makan Konate, Ricky Kayame, dan Dedik Setiawan (Arema) serta Manuchekhr Dzhalilov, Hansamu Yama Pranata, dan Amido Balde (Persebaya).

Nominasi inilah yang membuat publik sempat memprediksi satu dari mereka yang akan menjadi pemenang gelar individu bernilai hadiah tertinggi di antara dua gelar lainnya, sepatu emas dan pemain muda terbaik.

“Yang pasti, penilaian itu bukan dari saya. Media juga ikut menilai saya layak atau tidak menjadi pemain terbaik,” lanjut dia.

Sebagai pemain terbaik turnamen, Hamka berhak mendapatkan trofi bola emas plus hadiah uang senilai 250 juta rupiah, sedangkan dua gelar individu lainnya bernilai 150 juta rupiah yaitu untuk sepatu emas dan pemain muda terbaik.