Uji Coba PSIS Semarang Terbentur Perizinan

PSIS Semarang tetap mengagendakan pertandingan uji coba sebelum pemilihan umum (Pemilu) presiden dan legislatif untuk menjaga sentuhan pemain. Namun uji coba ini digelar secara tertutup.

General manager Wahyu Winarto mengungkapkan, PSIS mengalami kesulitan menggelar uji coba berkualitas, karena terbentur perizinan dari kepolisian terkait agenda politik, setidaknya dalam dua pekan ke depan.

“Untuk sampai pemilu nanti, kami upayakan tetap ada uji coba. Kami akan mencari klub lokal di Magelang yang akan kami siasati beruji coba tanpa penonton,” ujar pria dengan sapaan Liluk ini diwartakan laman Tribun Jateng.

Liluk mengatakan, saat ini pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan Barito Putera dan PSS Sleman, serta PSCS Cilacap untuk beruji coba setelah Pemilu. Uji coba melawan ketiga klub itu dibutuhkan agar pemain tidak demam panggung saat Liga 1 2019 digulirkan pada 8 Mei.

“Kalau dengan penonton tentunya habis Pilpres, habis Pemilu. Kalau sekarang masih sulit untuk menyelenggarakan pertandingan uji coba dengan penonton. Kami mau atmosfer kompetisinya terbentuk sebelum main di Liga 1. Jadi saat main di Liga 1, mereka tidak akan demam panggung,” tutur Liluk.

“Kami belum bisa berbicara banyak, karena sekarang problemnya ada di perizinan. Kami belum berani memastikan. Mungkin kami baru bisa komunikasi, memastikan lagi setelah Pemilu.”