Kompetisi Segera Digelar, Banyak Klub Masih Tunggak Gaji Pemain

Musim kompetisi 2019 tak lama lagi dimulai. Namun, seperti yang sudah-sudah, masalah tunggakan gaji pemain musim sebelumnya tetap saja terjadi. Beberapa klub hingga saat ini belum menuntaskan gaji pemainnya musim lalu. Di antaranya, Sriwijaya FC (SFC), PSMS Medan, dan Persegres Gresik United.

Dua eks pemain Sriwijaya SFC yang berkostum Persib, Zalnando dan Esteban Vizcarra, mengungkapkan bahwa gajinya belum dilunasi manajemen Laskar Wong Kito musim lalu. Keduanya beberapa kali menagih, tetapi tidak ada hasil. Hingga akhirnya, APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) turun tangan.

Komisaris (sementara) PT LIB Gusti Randa geram dengan kondisi itu. Dia menegaskan, klub-klub yang masih menunggak gaji pemain agar segera membereskannya. “Saya serahkan dulu ke internal mereka. Diselesaikan dulu,” ujarnya.

Dia tidak ingin tunggakan gaji itu berujung masalah. Terutama ketika ada pemain yang melapor ke FIFA. “Bisa menjadi masalah besar kalau ada yang melapor ke FIFA. Kami beri peringatan. Selesaikan internal dulu, baru kami tangani,” lanjutnya.

Sementara itu, Persegres Gresik United belum bisa memenuhi hak 22 pemainnya. Bahkan, hak tersebut tidak dipenuhi dalam dua tahun terakhir. Kebo Giras belum membayar 1 hingga 2 bulan gaji pemainnya ketika berkompetisi di Liga 1 2017. Padahal, klub kebanggaan Kota Pudak itu sudah menerima subsidi penuh dari PT LIB.

Persoalan tersebut sudah dilaporkan dan diproses APPI juga melalui Dinas Ketenagakerjaan Gresik. Tiga kali pemanggilan kepada manajemen Persegres dilakukan agar melunasi tunggakan gaji pemainnya tersebut. Tapi, dalam tiga kali pemanggilan itu, tidak pernah sekali pun perwakilannya datang.

General Manager APPI Ponaryo Astaman menyatakan kecewa dengan sikap manajemen Persegres yang seakan lepas tangan. Padahal, pihaknya sudah ada ikikad baik untuk melakukan mediasi.

Karena Persegres bandel tidak pernah hadir, APPI selanjutnya menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke Disnaker Gresik. Itu berarti disnaker nanti berhak mengeluarkan anjuran atau keputusan untuk Persegres. “Ini sudah mulai proses hukumnya,” ujar Ponaryo.

Ponaryo mengatakan, nanti ketika Disnaker Gresik mengeluarkan keputusan, dirinya berharap agar PSSI juga melakukan hal yang sama. Memberikan sanksi kepada Persegres. “Tentu nanti hukuman ke klub. Bukan ke perorangan,” tuturnya.

Yang menjadi masalah, lanjut Ponaryo, Persegres saat ini berada di kasta terendah kompetisi di Indonesia yakni Liga 3. Mantan pemain nasional itu mengatakan belum tahu hukuman seperti apa yang pantas untuk Persegres. Pengurangan poin juga tidak berpengaruh karena Persegres pernah merasakannya dua musim lalu. Degradasi? Mau turun kasta ke mana lagi karena sudah di Liga 3.

“Sementara kami masih berfokus dulu agar ini dibayarkan. Masalah hukuman nanti dulu saja,” ucapnya.

Dia berharap, ada itikad baik dari manajemen Persegres. Sebab, 22 pemain yang saat ini tidak berkostum Persegres membutuhkan sisa gajinya. “Sekitar Rp 560 juta kalau tidak salah,” terang Ponaryo.