Final Piala Presiden: Manajer Persebaya Ingin Tensi Derbi Jatim Tetap Dingin

Persebaya akan menjalani laga berat di final Piala Presiden 2019 pada Selasa (9/4/2019) dan Jumat (12/4/2019). Mereka berjumpa klub rival sesama klub Jawa Timur, Arema FC, dalam laga bertajuk Derbi Jatim.

Selama ini pertemuan Persebaya melawan Arema selalu melahirkan tensi panas baik di dalam maupun luar lapangan.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, ingin pertemuan kali ini di final Piala Presiden 2019 menjadi wadah Persebaya untuk belajar. Rivalitas yang ada, tetap harus mengedepankan sportivitas dan menjaga asas fairplay.

“Sebenarnya kalau melawan Arema, kami sudah sering ketemu, seperti di Liga 1, misalnya. Tapi, tensinya pasti akan lebih tinggi. Saya kira itu akan jadi ujian mental untuk pemain,” kata Candra.

“Selain itu juga ujian mental buat suporter untuk menyikapi ini. Memang ini rivalitas panas, tapi harus dengan suasana yang dingin. Rivalitas dalam sepak bola itu hal yang biasa,” imbuh manajer berusia 42 tahun itu.

Potensi kericuhan antarkelompok suporter diprediksi masih besar dalam laga ini. Sampai sekarang hubungan Bonek (pendukung Persebaya) dan Aremania (pendukung Arema) masih belum mencair.

Candra menyerahkan perihal pengamanan kepada panpel pertandingan masing-masing. Dia berharap suporter kedua tim atau pihak manapun bisa menjaga pertemuan ini dan tetap melahirkan hubungan baik.

“Ini turnamen dengan regulasi yang diatur oleh PSSI. Persebaya sebagai klub peserta akan mengikuti itu. Kami berharap apa pun yang terjadi nanti, semua pihak akan menyikapinya secara dewasa. Kedua tim finalis punya sama-sama berkesempatan sebagai tuan rumah dan itu adil,” ucapnya.