Pernah Patah Tulang, Penggawa Arema FC Tak Ragu Buktikan Totalitasnya

Pernah patah tulang tangan tak membuat Hanif Sjahbandi ragu untuk membuktikan totalitasnya di lapangan, saat Arema FC dijamu Kalteng Putra pada leg kedua babak semifinal Piala Presiden.

Cedera yang tergolong parah itu dialaminya saat membela Arema FC di kompetisi Liga 1. Akibat salah jatuh, tangan kirinya mengalami patah tulang di tengah laga menjamu Bali United, Oktober tahun lalu.

Hanif pun sudah membuang jauh-jauh rasa trauma yang membelitnya. Meski cedera itu lah yang menghentikan aktivitasnya dari dunia sepak bola selama tiga bulan dan memastikan Liga 1 2018 berakhir lebih awal baginya.

“Kalau trauma, ya tidak. Karena itu sudah resiko dari pekerjaan di sepak bola,” tandas Hanif Sjahbandi.

“Jadi kalau suatu saat patah (tulang) lagi, ya memang resikonya,” sambung alumni Diklat Persib Bandung tahun 2014 tersebut.

Ia pun menilai, bahwa seorang pesepakbola harus melawan rasa trauma hebat yang pernah mendera atas cedera parah yang pernah dialami. Bagi dia, hal itu justru yang membuat Pesepakbola semakin menurun karirnya pasca cedera.

“Kalau masih setengah-setengah (dalam bermain sepak bola), ya malah bisa patah (tulang) lagi,” cetus eks midfielder Persiba Balikpapan itu.

Hanif kini menjalani periode bagus atas come back nya bersama tim Singo Edan. Setelah debut dalam 20 menit terakhir menghadapi Bhayangkara FC, ia bahkan sudah mencetak gol pertamanya untuk Arema musim ini, pada kemenangan 3-0 atas Kalteng Putra.