Panser Biru Rayakan Ulang Tahun dengan Acara Tausyiah

Suporter klub sepak bola PSIS Semarang yang tergabung dalam Panser Biru merayakan ulang tahun ke-18 dengan cara yang berbeda.

Kali ini Panser Biru merayakan ulang tahunnya dengan cara yang patut dicontoh yakni melakukan sinau bareng bersama tokoh intelektual Islam, Emha Ainun Nadjib.

Usia 18 tahun jika diibaratkan manusia mungkin sudah memasuki fase remaja. Di acara puncak ulang tahun layaknya orang beralih dari anak-anak ke dewasa, Panser Biru mengajak elemen yang ada di dalam tubuh suporter untuk berubah lebih baik layaknya orang berubah menjadi seseorang yang memiliki pola pikir dewasa.

Mengusung tema “Berani Berubah”, Panser Biru memusatkan acara perayaan hari jadi mereka dengan belajar dan berdialog bareng Cak Nun, sapaan akrab Emha Ainun Nadjib.

Dalam acara yang digelar di Lapangan Parkir Wonderia, Semarang, Rabu (03/04/19) tepat pada peringatan Isra’ Mi’raj, ribuan suporter hadir untuk mendengarkan tausyiah yang diutarakan oleh Cak Nun.

Cak Nun berpesan kepada seluruh elemen Panser Biru bahwa suporter bisa dipahami sebagai wasilah, maka dari itu gunakan cara-cara yang lebih baik untuk berkumpul dan berbuat kebaikan.

Walaupun pada saat acara turun hujan lebat, tidak mengurangi antusias Panser Biru untuk hadir di tengah acara tersebut. Sambil sesekali menyanyikan chants Panser Biru, mereka nampak antusias mengikuti acara sinau bareng dari awal hingga selesainya acara.

Acara semalam juga dihadiri oleh CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi, General Manager (GM) PSIS Semarang Wahyu “Liluk” Winarto, Ketua Umum Panser Biru Kepareng hingga pemain PSIS seperti Hari Nur Yulianto, Muhammad Yunus serta Fauzan Jamal.

Sudah sepatutnya organisasi suporter merayakan ulang tahun dengan cara yang demikian. Selain lantang mendukung tim kebanggan di dalam stadion, usaha memperbaiki sikap individu suporter juga sangat penting untuk semakin baik dalam mendukung tim kebanggannya baik di dalam maupun di luar stadion.