Penjelasan Sekjen PSSI Terkait Kasus Ezra Walian

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha mengatakan ada proses legitimasi dalam kasus yang menimpa Ezra Walian beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Ezra Walian gagal membela Timnas Indonesia U-23 pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, 22-26 Maret di Vietnam. Tisha mengatakan perlu pemahaman terkait proses pengesahan pemain naturalisasi agar bisa bermain di kompetisi internasional.

FIFA mengirimkan surat dengan menyebut Ezra tak bisa main di kualifikasi Piala Asia U-23 karena sudah pernah bermain di kualifikasi Piala Eropa bersama Belanda U-17.

Sesuai statuta FIFA Pasal 5 Ayat 2 terkait status pemain, Ezra tak bisa berlaga lantaran sudah bermain bersama negara lain di pertandingan resmi.

Kasus serupa pernah mendera Charyl Chappuis. Pemain naturalisasi Thailand itu sempat tak bisa bermain untuk Thailand. Namun, Thailand dengan sigap menyelesaikan administrasi sang pemain ke FIFA.

“Persyaratan FIFA terkait proses naturalisasi, yang bersangkutan harus tinggal dua tahun di negara yang dimaksud. Apalagi, Ezra pernah main bersama Belanda U-17. Makanya, proses tersebut tak bisa dilegitimasi,” kata Ratu Tisha, Selasa (26/3/2019).

PSSI akan berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk bisa menyelesaikan kasus Ezra. Ia tak ingin memastikan status pemain yang dinaturalisasi itu.

“Seluruh pihak harus sama-sama terbuka. Saling cek satu sama lain. Tidak saling menyalahkan. Mungkin ketika itu, belum ada data yang diterima (membela Belanda U-17). PSSI, ke depan, ingin membuat regulasi tentang perantara (agen),” katanya.