Tiga Manufer Perekrutan Bali United Sukses Bikin Tim Lain Geregetan

Soal ambisi, Bali United tak kalah besar dibandingkan klub-klub lain yang memiliki rekam sejarah yang panjang. Tim berjulukan Serdadu Tridatu itu bertekad merajai kompetisi Tanah Air.

Tak heran sejak mengakuisisi Putra Samarinda pada 2014, mereka terus mendatangkan sosok-sosok mentereng untuk mengisi skuatnya. Tak hanya di level pemain, di jajaran pelatih pun mereka ingin yang terbaik.

Namun, saking berambisinya mendatangkan nama-nama berkualitas, langkah yang diambil Bali United terkadang menyakiti tim lain. Pelatih dan pemain yang sejatinya sudah diumumkan bakal bertahan di klub tertentu, Bali United nyatanya mampu membuat mereka berpaling. Ujungnya, manajemen pemain atau pelatih yang bersangkutan geram.

Mereka mempertanyakan kebijakan Bali United dalam mendatangkan seorang pemain atau pelatih. Bolalob akhinrya mencoba merangkum tiga nama rekrutan Bali United yang membuat klub lain geleng-geleng kepala. Berikut daftarnya:

1. Paulo Sergio (dari Bhayangkara FC)

Pemain terbaik Liga 1 2019 ini merupakan sosok penting dalam perjalanan Bhayangkara FC di dua tahun terakhir. Lewat visi bermainnya yang jenius, ia menjadi nyawa permainan.

Alhasil, manajemen Bhayangkara sejatinya ingin terus menggunakan jasanya, termasuk untuk musim ini. Namun, harapan tinggal harapan. Paulo memilih pergi ke Bali United.

Meski kontraknya bersama Bhayangkara FC baru berakhir pada 2019, di akhir 2018 sudah tersiar gambar yang memperlihatkan Paulo sudah menandatangani kontrak dengan Bali United.

Manajer Bhayangkara, Sumardji, bahkan sampai menegur Bali United terkait hal itu.

2. Stefano Cugurra (dari Persija)

Pelatih yang sukses membawa Persija menjadi juara Liga 1 2018 ini menjadi idola baru oleh di Jakarta. Pelatih yang biasa dipanggil Teco itu pun diharapkan terus bisa bertahan di Ibu Kota.

Tak lama setelah membawa pulang trofi Liga 1, manajemen Macan Kemayoran mengumumkan bahwa Teco bakal bertahan. Semua pun senang.

Namun, memasuki awal tahun 2019, kabar buruk menerpa Persija. Juru taktik asal Brasil itu ternyata lebih memilih Bai United ketimbang untuk bertahan.

Hal ini pun dipertanyakan manajemen Persija. Pasalnya, sudah ada omongan dari Teco untuk terus bertahan di Jakarta.

3. Fahmi Al Ayyubi (dari Persela)

Penyerang potensial Persela, Fahmi Al Ayyubi akhirnya jatuh ke tangan klub lain. Pemain kelahiran Pasuruan 23 tahun silam itu ternyata lebih memilih Bali United ketimbang bertahan di Lamongan di musim ini.

Manajer Persela, Yunan Achmadi, gregetan. Ia mengatakan bahwa Fahmi sebenarnya masih terikat kontrak dengan Persela. Jadi, tidak seharusnya ia menjalani proses perekrutan di Bali.

Menurutnya, kondisi ini dapat merusak reputasi Fahmi sebagai pemain profesional dan bisa mencederai hubungan baik Persela dengan Bali United.