Tersingkir, Aji Santoso Tetap Apresiasi Pemain Persela Lamongan

Persela Lamongan harus menerima kenyataan tersingkir dari Piala Presiden 2019. Itu setelah, mereka ditaklukkan Madura United dengan skor tipis 2-1 pada babak delapan besar di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (31/3).

Meski kalah, pelatih Persela, Aji Santoso, menilai timnya sudah berjuang maksimal di tengah perubahan taktik yang mereka lakukan menjelang pertandingan.

Aji mengungkapkan, komposisi pemain yang diturunkannya harus berubah menjelang laga, lantaran ada beberapa pemain yang terserang sakit. Di antaranya kiper Dian Agus Prasetyo dan gelandang Lucky Wahyu.

“Pertandingan berjalan dengan seru, jual-beli serangan tapi akhirnya kami kalah 2-1. Tidak ada yang salah dengan cara bermain anak-anak, tapi tadi kami kurang beruntung saja beberapa kali peluang kami miliki di depan gawang. Saya mengapresiasi perjuangan anak-anak,” kata Aji, dalam jumpa pers setelah pertandingan.

“Saya juga mohon maaf kepada suporter belum bisa membawa Persela ke semi-final,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aji mengakui timnya masih membutuhkan tambahan pemain terutama untuk pemain di posisi sayap. Lini sayap Persela saat ini dinilai kurang greget setelah kehilangan Saddil Ramdani maupun Fahmi Al Ayyubi.

“Kalau memang ada winger yang bagus kami juga sangat mau. Kalau kita lihat dari materi pemain yang ada, kami kalah 2-1 sudah sangat luar biasa menurut saya. Seperti kita tahu, materi pemain Madura dari belakang sampai depan itu pemain-pemain berkelas, pemain kami masih anak-anak muda dan harus diapresiasi,” tutur mantan pelatih timnas Indonesia U-23 tersebut.