Dua Pemain Tira-Persikabo Kena Kartu Merah, Kinerja Wasit Dipertanyakan

Laga keras nan penuh tensi terjadi di babak delapan besar Piala Presiden 2019, ketika Persebaya Surabaya berhadapan dengan Tira-Persikabo.

Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (29/3/2019) itu, Persebaya menang dengan skor 3-1. Dimana tiga gol tuan rumah dicetak oleh para pemain asingnya, yakni Manuchekhr Dzhalilov, Damian Lizio dan Amido Balde. Sedangkan tim tamu sempat menyamakan kedudukan melalui tandukan Osas Saha.

Di penghujung laga dua pemain Tira-Persikabo nampak tak bisa menahan emosi dan harus mendapat kartu merah dari wasit Handri Kristanto.

Bek muda Rifad Marasabessy dan kapten tim Manahati Lestusen harus mendapat kartu merah. Rifad melakukan protes keras terhadap sang pengadil, sedangkan Manhati menanduk kepala pemain Persebaya.

Usai laga para pemain Tira-Persikabo mengejar wasit Handri sampai lorong ruang ganti stadion.

Menyikapi hal ini pelatih Tira-Persikabo Rahamd Darmawan mempertanyakan kinerja sang wasit. Dirinya memiliki pengalaman tak enak dengan Handria Kristanto di tahun 2012 silam.

“Saya kenal persis dengan wasit ini, karena punya sejarah dengan dia. Saat itu di Malang, Pelita Jaya lawan Arema, saya ingat sekali. Itu kejadian lama sekali. Saat itu ada pelanggaran di tengah (lapangan) dan dia mengangkat tangan (memberikan tanda) indirect free-kick (tendangan bebas tidak langsung),” ujar RD, dalam jumpa pers setelah laga.

“Sementara saat pemain saya lagi berkumpul, tiba-tiba bola sekitar 20 meter jaraknya dari posisi saya, diumpan dan oleh (Herman) Dzumafo ditendang dan disahkan golnya. Jadi bayangkan, itu kejadiannya luar biasa tetapi sampai hari ini dia eksis kok, terus memimpin,” tambahnya dengan penuh geram.

“Saat kita semua sedang meributkan mafia pengaturan skor, konotasi kita semua lagi sensitif dan sekarang dihadapkan dengan kejadian seperti itu. Itu mungkin yang membuat anak-anak sedikit terbawa emosi. Saya tidak marah, saya menanyakan kenapa sih kamu masih tidak kapok melakukan seperti itu?” imbuhnya.

“Saya cuma ingin menanyakan itu sebenarnya dan saya ingin dengar jawaban dia seperti apa. Kita juga ingin adanya kontrol oknum-oknum (wasit). Maaf mungkin dia baik, tetapi hari ini dia salah. Tetapi dari koreksi harusnya dia diistirahatkan,” tegas mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

Coach RD sendiri meminta maaf atas prilaku para pemainnya dalam laga ini. “Saya rasa kita semua tahu asal muasalnya, wajar kalau kemudian ada hal yang terlalu emosi tetapi tentu semua akan selesai, dan insya Allah kami bisa atasi semua situasi ini,” pungkasnya.