Timnas Indonesia Bakal Akrab dengan Formasi 4-4-2 dan 3-4-3

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy mengungkap alasan skuat Merah Putih menggunakan kombinasi formasi 4-4-2 dan 3-4-3.

Formasi ini kerap digunakan ketika Timnas Indonesia uji coba di Australia dan Bali. Simon ingin memanfaatkan keunggulan dari lini tengah yang menjadi kekuatan utama Timnas Indonesia.

“Saya pakai 4-4-2 karena saya lihat di Indonesia tidak banyak striker dan bek tinggi, tetapi di Indonesia kaya pemain tengah yang mampu menguasai pertandingan juga cepat. Saya punya sejarah keberhasilan dengan taktik 4-4-2, kenapa tidak saya coba di Timnas Indonesia? Saya lihat anak-anak mampu,” kata Simon kepada para awak media usai latihan di Stadion Madya pada Kamis (21/3).

“3-4-3 lebih fleksibel. Ketika bertahan kami bisa punya lima orang, demikian juga saat menyerang. Buat pemain tengah, mereka tidak akan kesulitan memakai 3-4-3 karena sudah terbiasa,” katanya menambahkan.

Sebanyak 22 pemain Timnas Indonesia akan diboyong ke Yangoon untuk menghadapi timnas Myanmar pada laga uji coba FIFA Match Day pada 25 Maret. Simon mengatakan para pemain harus siap mental untuk bisa meraih kemenangan tandang.

“Karena itu [menang tandang] sulit, tapi saya berharap tradisi ini bisa berubah. Sampai sejauh ini, saya sangat puas dengan perkembangan Timnas Indonesia,” ucap pelatih asal Inggris tersebut.

Senada dengan Simon, gelandang Timnas Indonesia Wahyu Subo Seto merasa sudah kompak dengan pemain lain.

“Ini pertama kali di senior, jadi saya sangat bangga karena ini cita-cita saya sejak lama. Juara liga sudah, pemain profesional sudah,” ujar Wahyu.

“Hanya satu yang belum tahun kemarin itu masuk timnas senior. Dan alhamdulillah tahun ini coach simon panggil buat ikut pemusatan latihan sebagai persiapa lawan Myanmar,” katanya melanjutkan. (map/ptr)