Delapan Besar Piala Presiden 2019, Arema FC Siap Antisipasi Skenario Adu Penalti

Arema FC menegaskan kesiapan mereka mengantisipasi kemungkinan adu penalti pada laga Delapan Besar Piala Presiden 2018, kontra Bhayangkara FC. Klub berlogo singa mengepal ini memastikan telah menggembleng barisan penjaga gawang mereka untuk menghadapi skenario tersebut.

“Setelah dipastikan masuk ke Delapan Besar Piala Presiden, kami langsung menyiapkan para penjaga gawang yang ada,” ucap Pelatih Kiper Arema, Yanuar Hermanysah, Senin (25/03).

“Untuk menutup sesi latihan, kami selalu berlatih penalti,” sambungnya.

Sesuai regulasi Piala Presiden 2019, tak ada tambahan waktu 2×15 menit dalam Babak Delapan Besar, yang berformat single match. Jika kedua tim bermain imbang selama 90 menit, pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti.

Pada Babak Delapan Besar, Arema akan menghadapi Bhayangkara FC. Pertandingan, yang juga akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar, ini akan dihelat di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu (30/03) mendatang.

Sebelumnya, Arema lolos dengan status runner-up Grup E dan terpilih sebagai satu dari tiga runner-up terbaik, yang dipilih masuk ke Delapan Besar. Sementara, Bhayangkara berpredikat sebagai juara Grup B.

Lebih lanjut, Yanuar menyebut, ada beberapa hal yang sudah dilakukan agar para penjaga gawangnya bisa mengantisipasi adu penalti. Salah satunya, sambung pelatih berusia 54 tahun tersebut, adalah mempelajari kebiasaan eksekutor penalti lawan.

“Selain itu, kami lebih banyak berbenah untuk timing antisipasi saja,” katanya.

“Sementara, untuk urusan mental, tak ada masalah. Mereka semua sudah siap,” Yanuar menambahkan.

Sementara itu, pria yang karib disapa Begal ini menyebut bahwa timnya tetap menyiapkan semua penjaga gawang mereka untuk mengantisipasi skenario penalti. Tiga kiper Arema, sambungnya, mendapat porsi yang sama dalam menyiapkan diri mengantisipasi adu penalti.

“Kami siapkan semua kiper yang ada,” papar Begal.

“Jadi, siapa pun nanti yang bermain, semua sudah siap,” ia menandaskan.