Pemain Timnas Indonesia U-23 Tidak Terpengaruh Kasus Ezra Walian

Manajer tim nasional (timnas) Indonesia U-23, AKBP Sumardji, menegaskan kasus yang menimpa pemain naturalisasi Ezra Walian tidak memengaruhi fokus tim jelang menghadapi laga perdana di grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Indonesia bakal menjalani laga perdana mereka dengan menghadapi Thailand U-23 di Stadion My Dinh, Hanoi, Jumat (22/3) petang.

“Anak-anak enggak ada terganggu dan biasa saja,” tegas Sumardji, kepada wartawan, Jumat (22/3).

Seperti diberitakan sebelumnya, jasa Ezra tidak bisa digunakan Indonesia pada kualifikasi Piala Asia U-23 2020, lantaran dirinya terganjal penerapan Statuta FIFA pasal 5 dengan pengecualian terhadap kondisi yang dijelaskan pada pasal 8.

Dalam pasal 5 dijelaskan, setiap pemain yang pernah bermain di pertandingan (baik penuh maupun tidak) pada pertandingan kompetisi resmi di setiap kategori dan jenis sepak bola atas nama salah satu asoasiasi tidak diperbolehkan untuk bermain di pertandingan international asosiasi lainnya.

Sementara pada pasal 8 disebutkan, apabila pemain tersebut memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, atau apabila memperoleh kewarganegaraan baru atau apabila pemain dapat bermain untuk bermain di berbagai tim dikarenakan kewarganegaraannya, ia boleh, ketika telah berusia lebih dari 21 tahun, dan hanya boleh sekali, meminta untuk mengubah asosiasi di mana ia akan dapat bermain pertandingan internasional untuk negara selain dari kewarganegaraannya apabila ia memenuhi kondisi berikut: Ia tidak pernah sebelumnya bermain (baik penuh maupun tidak) di kompetisi resmi pada kategori ‘A’ match untuk asosiasinya saat itu, dan pada saat ia bermain secara penuh maupun tidak di pertandingan internasional pada kompetisi resmi dari asosiasinya saat itu, ia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang ia hendak bela.

Ezra sendiri diketahui pernah memperkuat timnas U-17 Belanda di ajang Piala Eropa 2013 lalu. Atas dasar itu, Ezra diketahui pernah bermain di timnas pada kompetisi resmi sebelum ia mengajukan naturalisasi.

Tentunya ini menjadi sesuatu yang mengecewakan bagi Ezra. Hal itu juga diakui Sumardji.

“Semalam kami sampaikan apa adanya ke Ezra, bukan karena enggak masuk skuat tapi karena memang terganjal surat. Perasaan Ezra tentu sedih, tapi itu lumrah dan normatif dia sedih. Sampai malam saya diskusi dengan Ezra dan orang tuanya,” ucap Sumardji, kepada wartawan di Hanoi, Jumat (22/3).

“Kami sudah jelaskan dan fight dengan kirim dokumen pendukung ke FIFA, tapi jam 10 tadi tak bisa karena Ezra pernah bela timnas Belanda U-17,” tambahnya.

Sumardji mengungkapkan PSSI masih terus mengupayakan agar Ezra nantinya bisa main di level timnas senior.

“Diharapkan ini jadi cambuk untuk federasi (mengurus administrasi Ezra hingga beres). Sehingga ketika nanti Ezra bela timnas senior sudah siap. Untuk di luar agenda FIFA, Ezra bisa memperkuat timnas Indonesia,” jelasnya.