Lebih Dekat dengan Daryono, Kiper Persija yang Juga Anggota TNI AL

Persija Jakarta memiliki dua kiper tangguh yakni Andritany Ardhiyasa dan Shahar Ginanjar. Namun, selain dua penjaga gawang tersebut, Macan Kemayoran juga masih punya kiper lainnya. Dia adalah Daryono, kiper yang baru saja menginjak usia 25 tahun pada 5 Maret kemarin.

Selain tercatat sebagai pemain Persija, Daryono merupakan anggota TNI AL (Angkatan Laut). Meski hanya berstatus pelapis, Daryono memiliki beberapa harapan yang ingin dicapainya bersama Macan Kemayoran.

Daryono lahir di Semarang pada 5 Maret 1994. Pengalaman awal-awal bergabung bersama Persija tidak pernah dilupakan olehnya. Dia masih hafal betul bagaimana proses bergabung bersama tim ibu kota. Daryono merupakan pemain asal Diklat Salatiga. Saat usianya sekira 17 tahun, dia mengikuti kompetisi Piala Segitiga yang berlangsung di Aceh pada 2011. Kala itu, pesertanya selain Diklat Salatiga, Tim Aceh yang mengikuti pendidikan di Paraguay, dan Persija U-21 yang ditangani Francis Wewengkang.

Nah, saat pertandingan itu, Iwan Setiawan yang menjabat sebagai pelatih Persija ikut menonton. “Saat itu Alhamdulillah saya main bagus. Mungkin di antara teman-teman ketika itu saya yang main bagus. Habis dari diklat berangkat ke Jakarta pada musim 2011-2012,” ujarnya ketika diwawancarai Jawa Pos di Hotel Jayakarta, Jogjakarta.

Terkait perbedaan saat di Persija dan sebelumnya, Daryono mengatakan terletak pada visi dan misi. Sebab, sebelum di Persija masih terbagi antara sekolah dan main sepak bola. “Sekarang sudah tidak sekolah. Jadi bisa lebih fokus lagi,” ucap anggota marinir TNI AL itu.

Di usianya yang sudah menginjak 25 tahun, Daryono menilai bertambahnya umur sebagai perenungan. “Tambah umur sama saja umur kita berkurang. Apa yang sudah kami lakukan sebelum-sebelumnya ada yang tidak benar, kini dengan bertambahnya umur lebih dewasa,” tuturnya.

Daryono memiliki harapan besar seiring umurnya bertambah. Dia mengaku ingin mendapat jam terbang lebih banyak bersama Macan Kemayoran. Di Persija, posisi kiper utama ditempati Andritany dan Shahar karena lebih senior.

Daryono mengaku sangat menikmati persaingan tersebut. Sebab, baik Andritany dan Shahar disebutnya sering memberikan motivasi bagi dirinya serta Gianluca Pagliuca Rossy sebagai pemain yang lebih muda. Contohnya, memberikan nasihat agar tidak berpuas diri. Terlebih, tahun lalu Persija berhasil merebut gelar juara Liga 1. Momentum itu dikatakannya juga menjadi motivasi agar lebih bersemangat.

“Jadi kekeluargaan kiper di Persija terjaga. Entah nantinya saya tidak di Persija lagi setidaknya ada bekal yang saya dapat di sini,” tuturnya.

Persija pada musim ini dihadapkan pada jadwal yang padat. Hal itu membuat kesempatan bermainnya menjadi lebih terbuka. “Bang Andritany sekarang ke Timnas. Nanti di Piala Presiden dan AFC Cup bisa berbagi tempat dengan Bang Shahar atau Rossy,” ucap Daryono.

Daryono terbilang menjadi pemain yang loyal bagi Persija. Dia sudah merasakan beberapa periode kelam Persija. Dia sempat mengalami keterlambatan gaji dalam waktu yang cukup lama dalam masa awal bergabung.

Meski begitu, dia tetap setia untuk berada di tim. Padahal, dia mengaku ada beberapa klub yang menginginkan jasanya untuk bergabung. Salah satunya tim asal kelahirannya. Tapi, dia ingin setia bersama Persija. Memulai karir di titik nol bersama tim kebanggaan The Jakmania menjadi alasannya.