Baru Mendatangkan Cristian Gonzales, CEO Bogor FC Mundur

Bogor FC resmi mendatangkan Cristian Gonzales sebagai striker anyar yang akan membantu Laskar Kujang di Liga 2 2019 dengan durasi kontrak selama satu tahun. Namun, hanya dalam hitungan jam, CEO Bogor FC, Effendi Syahputra, memutuskan untuk meninggalkan posisinya di manajemen klub promosi Liga 2 itu.

Melalui media sosial resmi klub, Bogor FC mengunggah foto latihan tim yang diikuti Cristian Gonzales. Effendi Syahputra telah mengonfirmasi mengenai perekrutan El Loco.

“Saya umumkan perekrutan kami yang teranyar adalah Cristian Gonzales, meski kami sebenarnya sudah sepakat dengannya sebelum dia liburan ke Eropa. Hari ini pun dia sudah ikut latihan bersama tim,” ujar Effendi Syahputra ketika ditemui Bola.com di Senayan, Jumat sore (22/3/2019).

“Kami melihat Cristian Gonzales masih mematikan di usianya saat ini. Musim lalu, dia masih terus mencetak gol. Dia masih mumpuni dan memiliki mentalitas sebagai juara. Dengan pengalamannya menjadi juara, semoga tuahnya bisa dirasakan Bogor FC,” lanjut Effendi, yang kemudian mengakui memutuskan mundur dari Bogor FC tepat hari ini, Jumat (22/3/2019).

Keputusan CEO Bogor FC itu mundur tak lepas dari peristiwa kerusuhan suporter dalam laga uji coba Bogor FC melawan Persikad Depok yang digelar di Stadion Mini Cibinong, pada 17 Maret.

Effendi merasa harus mundur dari posisinya karena sedih perjuangan Bogor FC melangkah dari Liga 3 ke Liga 2 berujung kepada jatuhnya korban.

“Hal tersebut membuat saya berpikir keras. Sejak awal, saya sudah berada di Bogor dan membantu Persikabo hingga akhirnya mereka merger. Saya melakukan itu demi sepak bola Bogor, termasuk ketika menjalankan Bogor FC ini. Intinya, per hari ini, saya sudah tidak lagi menjabat sebagai CEO Bogor FC. Kami siap menunggu investor baru supaya bisa mengambil alih klub ini,” ujar Effendi.

Namun, Effendi juga memastikan semua pemain yang sudah dikontrak, termasuk Cristian Gonzales, tetap tidak akan terbengkalai nasibnya. Effendi memastikan hak semua pemain akan tetap dipenuhi hingga ada investor baru yang akan menangani klub.

“Nasib pemain tidak terbengkalai. Masalah hak mereka, sembari menunggu investor baru, tetap dibayarkan,” ujarnya.