Kemenpora: Penunjukan Gusti Randa Langkah Maju PSSI

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap Gusti Randa bisa mengembalikan kondisi psikologis PSSI yang saat ini tengah dibelit masalah hukum.

Pada akhir tahun 2018 sepak bola Indonesia digegerkan dengan kasus pengaturan skor yang terjadi di Liga 3. Seiring pengembangan dari Satgas Anti Mafia Bola, kasus ini bergulir hingga ke Liga 2 dan menyeret nama Joko Driyono yang merupakan Plt. Ketua Umum PSSI.

Joko menjadi Plt. Ketua Umum PSSI menggantikan Edy Rahmayadi yang mundur pada Kongres Tahunan PSSI di Bali, Januari lalu. Namun baru satu bulan menjabat, Joko dinyatakan sebagai tersangka kasus perusakan tempat kejadian perkara dan pencurian barang bukti tindak pidana dugaan pengaturan skor.

Satu bulan berselang, Komite Eksekutif (Exco) PSSI menunjuk Gusti Randa menjadi pengganti Joko sebagai Plt. Ketua Umum PSSI. Penunjukan Gusti Randa ini diapresiasi Kemenpora.

“Penunjukan pengganti Joko Driyono ini seharusnya dari hari-hari sebelumnya. Ini langkah maju, jadi persoalan di PSSI tidak dibebankan kepada Pak Joko. Biarkan pak Joko Driyono fokus dengan penyelesaian masalah hukum,” ujar Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/3).

“Siapa pun yang dipilih, itu pilihan Exco. Kemenpora tidak bisa memberikan dorongan, kalau kami ikut-ikutan nanti jadinya intervensi,” Gatot menambahkan.

Dengan menjabat Ketua Umum PSSI sementara Gusti Randa memiliki sejumlah agenda penting dan tantangan yang berat untuk ke depannya. Mulai dari menggelar Kongres Luar Biasa PSSI untuk menunjuk kepengurusan baru, menyelesaikan Piala Indonesia, dan mempersiapkan Liga 1 2019.

Meski demikian, Kemenpora menyebut Gusti Randa memiliki tugas lain yang tidak kalah penting dari sekadar mempersiapkan kompetisi atau KLB. Tetapi mengembalikan nama baik PSSI yang kini tengah jadi sorotan bagi pecinta sepak bola Indonesia.

Maklum, mayoritas tersangka dari kasus yang ditangani Satgas Anti Mafia Bola saat ini merupakan unsur kepengurusan PSSI. Selain Joko Driyono, ada juga mantan anggota komite eksekutif sekaligus ketua asprov, wasit, hingga anggota komite disiplin PSSI.

“Tugas Pak Gusti ini bukan saja mempersiapkan KLB, Liga 1, atau menyelesaikan Piala Indonesia, tapi juga mengembalikan kondisi psikologis PSSI yang saat ini sudah terbebani dengan masalah hukum,” tutur Gatot.

Terkait kesuksesan Kongres Luar Biasa PSSI yang rencananya digelar usai Pemilu pada April mendatang, Kemenpora menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Eksekutif PSSI.

“Kalau sudah di KLB itu kewenangan Exco. Tetapi saya belum tahu lagi apakah PSSI itu sudah lapor ke FIFA atau belum soal KLB ini,” ucap Gatot. (sry/har)