Ditunjuk Menangani Tim PraPON Kalsel, Mundari Karya Gandeng Isnan Ali

Mantan pelatih Barito Putera Mundari Karya resmi ditunjuk untuk menangani tim PraPON Kalsel.

Tidak ingin membuang waktu dia pun langsung bergerak mencari pelatih pendamping.

Salah satu yang ditunjuk Direktur Teknik Barito Putera junior ini adalah asisten Pelatih Martapura FC Isnan Ali.

Mengenai penunjukan Isnan, Mundari mengaku dia memiliki reputasi melatih yang bagus saat di Martapura FC sehingga bisa membantu Mundari untuk meracik tim.

“Isnan kualitasnya bagus, dia juga lama di Martapura jadi kami ingin melibatkan orang Banua di tim,” kata Direktur Akademi Barito Putera ini.

Selain Isnan, kata Mundari, dia juga akan meminta sebagai pendamping para pelatih Barito Putera U-19 lalu seperti Andri Romawi.

Mengenai materi pemain, Mundari mengaku dirinya sudah melakukan presentasi ke Ketua PSSI Kalsel dan meminta awal April ini para pemain sudah harus berkumpul.

“Pemain yang dipanggil mungkin dari Barito Putera U-19 ditambah dari Martapura FC dan saya juga akan berkeliling ke daerah mencari pemain tambahan,” katanya.

Mundari juga berharap empat pemain Barito putera U-19 yang naik kelas jadi pemain Barito putera senior seperti Kahar Muzakkar, Ferdiansyah dan Yuswanto bisa dilibatkan.

Bagaimana dengan pemain baru Bugas Kaffi dan Bagas Kaffa, Mundari mengaku kedua pemain ini tentu saja tidak bisa ikut PraPON karena kelasnya sudah pemain nasional.

Menurut Mundari, membentuk tim PraPon ini lebih sulit dibanding membentuk tim lainnya.

Sebab selain terganjal regulasi juga soal domisili.

“Minimal harus dua tahun berdomisili di daerah tersebut dan memiliki KTP setempat. Beda dengan membentuk tim saya panggil saja pemain-pemain dari berbagai daerah sudah cukup kok,” ujar dia.

Menariknya di PraPON nanti, Mundari, lebih mempercayakan pemain Yang sangat muda untuk bertanding.

Jika regulasinya pemain kelahiran 1997 di tim PraPON Kalsel rata rata berumur kelahiran tahun 2000.

“PraPON lalu saya juga begitu. Maksimal umur 1993 tapi saya pakai pemain justru kelahiran 1996,” lanjut dia.

Bagaimana dengan target Mundari menjelaskan sesuai keinginan PSSI Kalsel bisa lokasi kualifikasi PON dulu.

Bahkan Mundari dengan percaya diri mengatakan di mana pun PraPON Kalsel tampil yang jelas lolos PON.

“Kalau tuan rumah kecil kemungkinan kita ya, soalnya lapangan senior saja hanya satu tapi kita siap main di mana saja,” jelas dia.

Mundari menjelaskan pada PON Jabar lalu sebenarnya Kalsel bisa lebih dari lolos delapan besar andai kata pemain komplit saat bertanding.

“Saat itu tim kita tinggal 12 orang, Hansamu dipanggil ke timnas jadi habis makanya andai lengkap mungkin bisa lebih dari delapan besar,” kata Mundari.

Mengantisipasi hal itu Mundari mengaku pihaknya akan mempersiapkan tim lebih baik lagi.

Rencananya sebanyak 22 pemain bakal dikumpulkan nanti untuk persiapan.