Melamar Jadi Pelatih Kiper Sriwijaya FC, Legenda Timnas Indonesia Jadi Pendatang Baru

Empat pelatih kiper telah melayangkan lamarannya ke manajemen Sriwijaya FC. Mereka adalah, Hermansyah, Ferry Rotinsullu, Fauzi Toldo dan Herry Susilo.

Dari keempat nama tersebut, Hermansyah menjadi pendatang baru. Itu karena karena dia tidak pernah sama sekali melatih atau pun menjadi kiper klub berjuluk Laskar Wong Kito itu.

Sementara Ferry Rotinsullu dan Fauzi Toldo merupakan mantan kiper Sriwijaya FC dan Herry Susilo, dia merupakan mantan pelatih kiper dan beberapa kali menjadi asisten kiper Sriwijaya FC.

Mencoba peruntungan menjadi pelatih kiper Sriwijaya FC, Hermansyah mengaku punya motivasi lebih besar dengan suasana yang baru dalam tubuh Laskar Wong Kito.

“Saya sangat suka tantangan baru, suasana baru, manajemen SFC sekarang pun baru. Saya merasa tertantang dan punya motivasi yang besar membawa Sriwijaya FC kembali ke Liga 1 musim depan. Saya rasa, ini saatnya mewujudkan keinginan sejak 2007, bergabung bersama Sriwijaya,” ucap Hermansyah saat dihubungi, Rabu (12/03/19).

Tak hanya itu, Hermansyah juga ternyata punya ikatan emosional yang kuat dengan tim asal Sumsel ini. Sang istri dari kiper terbaik Timnas Indonesia era 80 an ini, ternyata berasal dari Palembang.

“Istri saya asli Palembang, mertua saya tinggal di Kenten Palembang. Senang kalau bisa membantu Sriwijaya FC, ada kepuasan sendiri,” ucapnya.

Hermansyah kini masih menunggu keputusan manajemen Sriwijaya FC terkait lamaran yang ia layangkan. Musim lalu, ia berhasil mengantarkan tim Liga 3 Cilacap FC naik ke Liga 2/ Soal pengalaman, Hermansyah siap bersaing dengan kandidat pelatih kiper lainnya.

Sebagai informasi, Hermansyah merupakan kiper Timnas Indonesia tahun 80-an. Sosoknya dikenal sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia sepanjang masa. Ia pun berjasa menghadirkan kebanggaan bagi timnas di tahun 80-an.

Penjaga gawang yang dikenal dengan keahliannya memblok tendangan penalti lawan. Hermansyah menjadi andalan di bawah mistar gawang dan selalu menjadi andalan Merah Putih kala berlaga di era 1983 hingga awal 1990.

Salah satu ‘jasa’ yang mungkin tak akan pernah dilupakan ialah saat Hermansyah dkk hampir melenggang ke Piala Dunia 1986 di Meksiko. Namun sayang di partai penentuan babak akhir kualifikasi (fase ketiga), Indonesia yang keluar sebagai peringkat tiga grup B kalah dari Korsel yang juara grup 3 A.

Tak serta merta meninggalkan dunia sepak bola pasca pensiun, Hermansyah kini memilih mengabdikan diri sebagai seorang pelatih kiper.