Timnya Jadi Bulan-Bulanan Arema FC, Bek Senior Persita Merasa Malu

Persita Tangerang melengkapi deritanya, saat mengalami kekalahan telak 1-6 dari Arema FC pada laga pamungkas Grup E Piala Presiden, Rabu (13/03/19) malam.

Bagaimana pun, kebobolan dengan setengah lusin gol oleh Arema FC memberi pertanda buruk atas kinerja di sektor pertahanan. Apalagi, jumlah kebobolan sebanyak itu terjadi dalam satu pertandingan sekaligus.

“Sebagai (salah satu) pemain bertahan, saya merasa malu. Kemasukan gol yang banyak juga,” kata bek Persita, Muhamad Roby dengan nada lirih pasca laga di Stadion Kanjuruhan Malang.

Widodo Cahyono Putro tampaknya memang sengaja memplot defender senior 33 tahun itu bersama Rio Ramandika sebagai duet di jantung pertahanan Persita untuk kompetisi Liga 2 musim ini.

Hal itu terlihat dari kolaborasi keduanya yang sama sekali tidak tergantikan, meski tim Pendekar Cisadane sudah menderita kebobolan secara telak sejak laga pertama.

“Ini akan menjadi pelajaran bagi kami, terutama pemain di lini pertahanan,” tandasnya.

“Kami harus memperbaiki koordinasi lagi, dan juga stamina (fisik) yang masih kurang,” tambah pemain yang pernah membela Persija Jakarta, Persik Kediri, Barito Putera dan PSMS Medan itu.

Gelaran Piala Presiden tahun ini mungkin menjadi yang terburuk bagi Persita. Mereka harus pulang dengan tak satu pun poin di tangan, dan mencatat rekor kebobolan sebanyak 11 gol.

Jumlah dua digit itu dialami Persita tak hanya saat dipermak 1-6 oleh Arema FC. Sebelumnya, Persita juga dikalahkan Persela Lamongan dengan skor 0-2 dan 1-3 saat menantang Barito Putera.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*