Sempat Jadi Pujaan Aremania, Gladiator Arema Kini Banjir Kritikan

Setelah dapat pujiaan setinggi langit di Piala Indonesia 2018, striker Arema FC Robert Lima Guimaraes kini banyak dicela. Penyebanya, dia tampil buruk saat bermain di Piala Presiden 2019 yang disiarkan oleh Indosiar melawan Persela Lamongan, Sabtu (9/3/2019).

Striker yang dijuluki Gladiator tersebut tidak berkutik saat menghadapi bek Persela asal Brasil, Jairo Rodrigues. Padahal itu pertandingan pertamanya di Piala Presiden yang disiarkan Indosiar. Sebelumnya dia absen pada pertandingan lawan Barito Putera karena cedera hamstring.

Di media sosial, pemain 32 tahun tersebut banjir kritikan. Justru Arema bisa lebih tajam saat menurunkan striker lokal Dedik Setiawan. Buktinya saat lawan Barito Putera, ada tiga gol yang dicetak, dua di antaranya disumbangkan Dedik.

Aremania seakan sudah melupakan aksi selebrasi unik Gladiator ketika mencetak tujuh gol dalam laga uji coba dan Piala Indonesia.

Bahkan saat dibadingkan dengan striker asing Persela yang juga berasal dari Brasil, Washington Brandao, kinerja Lima masih kalah. Pelatih Arema, Milomir Seslija tidak keberatan ada yang membandingkan kinerja Lima dengan Brandao.

“Itu pertanyaan yang bagus (membandingkan Lima dengan Brandao). Tapi Lima bermain dalam kondisi yang baru pulih dari cedera. Tipe mereka juga berbeda. Lima lebih striker yang menunggu bola. Sedangkan striker Persela tipenya suka menjemput bola,” tegasnya.

Meskipun dibela Milo, Gladiator kenyataannya tidak bisa melindungi bola dengan baik ketika ditempel lawan. Terutama bek asing. Justru setelah diganti dengan Ahmad Nur Hardianto, jumlah peluang yang didapatkan Arema lebih banyak. Lima harus segera memperbaiki performanya. Jika terus tampil di bawah performa, bukan tidak mungkin dia didepak.

Arema FC sudah beberapa kali melepas pemain asing di tengah kompetisi saat performanya kurang greget. Musim 2018, striker Thiago Furtuoso yang didepak pada paruh musim karena rentan cedera. Sebelum itu, ada Rodrigo Ost yang dipulangkan setelah turnamen pramusim dengan alasan tidak lolos verifikasi pemain asing.