Indonesia Bisa Tanpa Wakil di Liga Champions Asia

Nasib perwakilan Indonesia di kompetisi tertinggi di Asia atau Liga Champions Asia pada musim 2021/22 ditentukan oleh pencapaian Persija Jakarta dan PSM Makassar pada musim ini.

Dari daftar yang dirilis oleh AFC, Liga 1 Indonesia menempati posisi ke-27 atau turun tiga peringkat dari musim lalu. Di kawasan Asia Tenggara, Liga 1 ada di posisi ketujuh dengan 5.033 poin, tertinggal dengan Myanmar yang memiliki 8.295 poin.

Hanya enam negara teratas di kawasan Asean yang mendapat jatah ke Liga Champions Asia, dimana dua teratas langsung masuk babak penyisihan grup. Saat ini Thai League 1 dan Philippines National League memimpin dua teratas untuk kawasan ini.

Disusul oleh Singapore Premier League, Malaysia Super League dan V League 1 (Vietnam).

Musim lalu melalui Persija Jakarta dan Bali United, Liga 1 mendpatkan tambahan 4100 poin. Bali United gagal di kualifikasi Liga Champions dan hanya sampai babak fase grup Piala AFC. Sedangkan Persija melaju hingga babak semifinal zona Asean.

Pada musim ini tambahan poin bisa didapat oleh Liga 1 jika dua wakil Indonesia yakni PSM dan Persija melaju sejauh mungkin di kompetisi Piala AFC.

Namun setiap tahun banyak perubahan yang terjadi di kawasan Asia, dimana infrastruktur atau stadion klub peserta LCA dan Piala AFC belum tentu lolos verifikasi. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mendapat tiket ke Asia.

Sejak musim lalu jatah Liga 1 adalah dua tiket, dimana satu ke babak kualifikasi Liga Champions Asia dan satu fase grup Piala AFC.