Cabut Sanksi atas Dirigen Aremania, Begini Alasan PSSI

PSSI melalui Komite Eksekutif menghapuskan hukuman kepada dua pendukung Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy. Yuli yang biasa menjadi dirigen Aremania, bersama Fandy, dibebaskan dari hukuman larangan seumur hidup masuk ke stadion.

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, memiliki penjelasan sendiri. Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan kepada dua suporter tersebut bukan dianulir. Namun, karena Komisi Disiplin PSSI tidak bisa menerapkan aturan yang dibuat.

“Bukan anulir. Jadi banyak hukuman Komisi Disiplin itu yang tidak bisa diimplementasikan dengan infrastruktur yang ada,” kata Iwan di Balai Kota Malang, Minggu 3 Maret 2019.

“Contohnya, Yuli Sumpil. Dengan melarang orang masuk ke stadion dalam kurun waktu sekian tahun atau seumur hidup. Kita ini tak punya infrastruktur menahan seseorang untuk tidak masuk ke stadion,” ujar Iwan.

Yuli Sumpil dan Fandy awalnya diberi sanksi seumur hidup oleh Komdis PSSI karena dianggap melakukan provokasi ke pemain Persebaya Surabaya pada putaran kedua Liga 1 musim lalu. Mereka memasuki lapangan sembari menghamburkan uang.

Sanksi yang juga dipulihkan adalah sanksi untuk Bobotoh. Bobotoh awalnya mendapat hukuman larangan datang ke stadion selama setengah musim Liga 1 2019 atas peristiwa berdarah saat melawan Persija Jakarta di musim lalu. Kini sanksi itu dihapuskan.

“Makanya hukuman itu dihilangkan. Karena kita tak punya infrastruktur yang bisa digunakan untuk menerapkan sanksi itu. Sama dengan susahnya melarang orang tidak menggunakan atribut,” tutur Iwan. (ren)