Bukan Hanya Inggris, Garuda Select Juga Bakal Dikirim Ke Italia Dan Jerman

Tim Garuda Select yang dihuni para pemain muda berbakat Indonesia sudah menjalani latihan sekitar enam pekan di Inggris. Selama di Inggris, di bawah pengawasan pelatih kenamaan Dennis Wise dan Des Walker, para pemain itu ditempa untuk menjadi pemain berkualitas yang nantinya bisa diandalkan oleh timnas Indonesia.

Program yang dikelola oleh SuperSoccer ini memang berdurasi panjang hingga 10 tahun. Pada dasarnya, SuperSoccer ingin membantu program yang disusun oleh PSSI agar bisa terus melahirkan para pemain Indonesia yang mumpuni, yang berujung pada prestasi timnas.

Bukan hanya di Inggris, ternyata SuperSoccer juga menyiapkan program untuk para pemain Garuda Select berlatih di Italia dan Jerman. Hal itu diungkapkan Mirwan Suwarso selaku direktur pengembangan bisnis SuperSoccerTV.

“Yang berangkat saat ini akan pulang Mei 2019, dan Agustus bakal berangkat lagi ke Italia. Kemudian ada yang tim U-16 baru akan berangkat ke Inggris. Tahun berikutnya, yang gelombang pertama bisa jadi ke Jerman karena kita kan SuperSoccer juga sedang menjalin kerja sama dengan beberapa klub di sana, lalu yang gelombang kedua ke Italia, dan ada lagi tim baru di bawahnya yang dikirim ke Inggris. Begitu terus sampai mereka nantinya berusia 19 tahun. Karena kalau sudah umur segitu kami tidak bisa memberangkatkan secara amatir lagi melainkan harus profesional,” kata Mirwan, dalam wawancara yang dihadiri Goal Indonesia.

Dia menambahkan, fasilitas yang dipersiapkan untuk berlatih di Italia bakal sama dengan yang didapatkan para pemain Garuda Select di Inggris. Mulai dari asrama tempat mereka tinggal, ruang kelas, ruangan fisioterapi, tempat gymnasium, ruangan aerobik, empat lapangan latihan yang terdiri dari tiga lapangan rumput dan satu lapangan artifisial, dekat dengan sekolah dan rumah sakit, hingga lawan tanding.

“Di Italia ini kan kami seperti membentuk klub baru, sama seperti di Inggris. Kami kan harus memastikan punya akses kapan pun kami mau, fasilitas-fasilitas itu bisa digunakan. Kami pun tidak ingin berafiliasi dengan satu klub agar bisa mendapatkan lawan tanding siapa pun bagi tim ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, pria yang juga berprofesi sebagai sutradara ini mengungkapkan mendapatkan laporan dari tim pelatih Garuda Select, para pemain yang mengikuti program ini mengalami perkembangan yang bagus. Terutama dari segi pemahaman taktik permainan.

Itu juga yang mendasari pemilihan lawan uji coba bagi Garuda Select, dimulai dari akademi klub yang levelnya bawah hingga atas.

“Kalau analisa dari pelatih di sana, mereka jago main bola tapi tidak bisa main bola. Artinya jago secara teknik, tapi buruk secara taktik. Jadi digembleng dalam berminggu-minggu ini secara taktik. Dari apa yang saya dengar, dalam lima minggu ini progres mereka sangat bagus,” bebernya.

“Mereka saat ini masih mendapatkan lawan uji coba yang akademinya berkiprah di level 3 sana. Bulan depan levelnya diperkirakan sudah bisa melawan tim yang berada di level 2, dan Mei sudah menghadapi tim dari level 1. Tapi kalau sudah di level 1, lawannya juga diturunin sedikit usianya, kalau sekarang kan mereka melawan tim U-17 atau U-18. Sehingga pas lawan tim dari level 1 mungkin yang usianya U-16 atau U-17,” jelasnya.

Dia pun mengingatkan kembali, bahwa ini adalah program pembinaan. Jadi hasilnya tidak bisa langsung dirasakan dalam waktu dekat, tapi mungkin baru terlihat dalam jangka lima atau sepuluh tahun ke depan.

“Termasuk soal diberikan kesempatan trial di klub Inggris, kami rasa ini belum waktunya. Mereka (para pemain Garuda Select) masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan yang di sana. Kami mengerti tolok ukur anak-anak kurang lebihnya seperti apa. Anak-anak ini secara teknis luar biasa, tapi secara fisik dan taktik masih jauh. Tapi tidak menutup kemungkinan, dua atau tiga tahun ke depan mereka bisa berkembang. Jadi nanti kalau ada yang menembus klub di Inggris itu akan menarik, ya nanti tinggal klub yang berminat bicara langsung kepada klub yang memiliki para pemain itu,” pungkasnya.