Ditahan Imbang Semen Padang, Barito Putera Akui Dapat Banyak Pelajaran

Jacksen Tiago angkat bicara soal kegagalan anak asuhnya meraih kemenangan pada laga uji coba kontra Semen Padang. Pelatih Barito Putera ini menyebut bahwa, kendati tak bisa dimenangi, pertandingan uji coba tersebut bagus bagi timnya.

Sebelumnya, Barito Putera dan Semen Padang bermain imbang pada laga uji coba pramusim yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (26/02). Dalam pertandingan ini, kedua tim berbagi angka 1-1.

Dalam pertandingan ini, Barito Putera mencetak gol melalui Yakub Sayuri pada babak pertama. Sementara, gol balasan Semen Padang dicetak striker seleksi mereka, Florent Zitte.

Menurut Jacksen, laga uji coba ini sangat berguna bagi timnya. Pasalnya, dalam pertandingan ini, timnya bisa bermain dengan tim selevel.

“Dengan itu, evaluasi kami bisa lebih akurat,” ucap Jacksen, usai pertandingan.

“Saya yakin, dengan hasil ini, kami bisa fokus pada kelemahan yang ada. Ini yang tidak kami dapat pada pertandingan sebelumnya,” sambungnya.

Apa kelemahan para penggawa Barito Putera di mata Jacksen? Simak selengkapnya di bawah ini.

Menurut Jacksen, ada sejumlah hal yang menjadi perhatiannya pada pertandingan ini. Salah satunya, sambung pelatih asal Brasil tersebut, adalah kegagalan anak asuhnya memanfaatkan kelemahan lawan.

Jacksen menyebut pada pertandingan ini timnya bisa unggul cepat. Namun, alih-alih terus memanfaatkan kelemahan lawan, timnya justru lebih banyak bermain di wilayah pertahanan sendiri.

“Kami juga tak mampu manfaatkan sisi sayap kami yang begitu cepat dan kuat,” tuturnya.

Selain itu, Jacko -sapaan karib Jacksen- mengaku anak asuhnya sedikit kendur pada babak kedua. Hal inilah yang membuat Semen Padang mampu tampil sedikit lebih dominan dan mencetak gol balasan.

Menurut pelatih berusia 50 tahun ini, kendurnya permainan Barito tak lepas dari perubahan pemain yang ia lakukan. Ia menarik Artur Vieira, yang tidak fit, dan memundurkan Lucas Silva.

“Ini bukan pergantian taktis. Ini pergantian pemain karena kesehatannya. Pasti hal ini berpengaruh pada stabilitas tim. Wajar saja, karena tipikal pemain tersebut berbeda,” tandasnya.