Pemain PSM Makassar Terancam Tak Bisa ‘Nyoblos’

Jadwal matchday keempat Grup H Piala AFC membuat penggawa PSM Makassar terancam tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum legislatif dan presiden pada 17 April.

PSM dijadwalkan melakoni laga tandang melawan klub Filipina, Kaya FC-Iloilo, pada 17 April sore hari. Jarak venue pertandingan, Stadion Panaad-Park di Bacolod dengan ibukota Manila berjarak 709 kilometer, dan berbeda pulau.

Bila menggunakan pesawat akan menghabiskan waktu sekitar satu jam. Sedangkan jika menggunakan jalur darat menghabiskan waktu 18 jam. Kondisi ini makin dilematis, mengingat pertandingan berlangsung saat hari pencoblosan.

Sekertaris PSM, Andi Widya Syadzwina, mengatakan, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan PSSI. Sejauh ini, manajemen PSM belum mendaftarkan pemainnya yang akan memilih di sana.

“Kami sudah diskusikan dengan PSSI. Jadi nanti saja dilihat bagaimana hasilnya. Kemungkinan untuk memilih seperti apa. Masalahnya bukan main di Manila, tapi provinsi lain, dan tidak satu pulau dengan ibukota Filipina itu. Tunggu sajalah,” ujar Wina, sapaan akrabnya, kepada Goal Indonesia.

Sementara itu, tidak menggunakan hak pilihnya bukan menjadi hal baru bagi Rasyid Bakri. Rasyid mengaku belum tahu apakah memilih atau tidak melakoni laga tandang di Piala AFC.

“Saya belum tahu soal itu. Dulu saya pernah main di luar negeri pas pemilihan gubernur, tapi saya tidak sempat memilih,” kata eks pemain timnas Indonesia tersebut.

“Saya belum tahu, nanti kita lihat,” timpal penyerang sayap M Rahmat. (gk-69)