Jacksen F Tiago Bereksperimen Posisi Pemain Barito Putera

Pemusatan latihan (TC) yang dilakukan Barito Putera di kawasan Batu dimanfaatkan pelatih Jacksen F Tiago untuk mengubah posisi pemain. Hal itu dilakukan dalam pertandingan uji coba melawan tim amatir Askot PSSI Malang, Sinar Mas, kemarin.

Pada pertandingan yang dimenangi dengan skor 8-0 itu, Jacksen menempatkan Lucas Silva sebagai gelandang bertahan, meski posisi asli rekrutan anyar tersebut adalah bek.

“Pada masa persiapan akan banyak simulasi-simulasi agar kami bisa lebih berbeda, misalnya perubahan posisi pemain dari gelandang ke striker, atau misalnya striker menjadi sayap. Ini masa yang bisa dianggap boleh, karena di kompetisi sudah tidak ada coba-coba lagi,” tutur Jacksen.

Meski memetik kemenangan telak, Jacksen menilai masih banyak pembenahan yang harus segera dilakukan sebelum turnamen Piala Presiden 2019 digulirkan bulan depan. Menurut Jacksen, performa pemain belum sesuai harapan, mengingat lawan yang dihadapi merupakan tim amatir.

“Ini sebenarnya uji coba pertama usai tersingkir dari Piala Indonesia. Ada beberapa catatan jelas, banyak hal yang harus dibenahi. Tetapi ada sedikit hal yang coba kami terapkan, dan mulai muncul,” beber Jacksen.

“Kerjasama di tim pertama sudah mulai padu, meskipun masih banyak hal yang kudu dibenahi untuk membuat tim kuat. Di tim kedua, meskipun situasi aliran bola tidak bagus, mereka sangat agresif, dan itu tetap kami apresiasi, tinggal memberikan arahan agar keduanya bisa bagus.”

Jacksen menambahkan, Barito Putera mengagendakan dua uji coba lagi sebelum terjun di Piala Presiden, salah satunya menghadapi Semen Padang di Stadion Gajayana.

Di sisi lain, Jacksen juga senang atas datangnya kiper asing seperti Yo Jae Hoon. Sang pelatih tahu benar kualitas sang kiper pernah dia besut saat menukangi Persipura.

“Kami punya tiga kiper, satu diantaranya bakal terus berada di timnas Indonesia U-22, yaitu Muhammad Riyandi. Jadi kini sisa dua orang, yaitu Rajib [Abijal] dan Aditya [Harlan]. Tiba-tiba Yo Jae Hoon jatuh di tangan kami, Jika jadi WNI tentu menjadi keuntungan lagi,” tutupnya. (gk-48)