PSS: Sejumlah Klub Sudah Bertemu Bahas KLB

PSS Sleman mendukung PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Super Elang Jawa juga sependapat dengan PSSI bahwa KLB digelar usai Pilpres 2019.

“Ya (kami mendukung) KLB, cuma waktunya kita menghargai agenda politik dulu ya, jadi mungkin digelar setelah Pilpres,” kata Manajer Operasional PSS Sleman, Rumadi saat ditemui wartawan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (20/2/2019).

Meski demikian, Rumadi mengusulkan segala persiapan penyelenggaraan KLB dimulai saat ini. Rumadi pun menyebut setidaknya butuh waktu 3 bulan untuk persiapan KLB.

“Persiapan sudah dirintis sejak sekarang, Exco sudah menghendaki, persiapan pembentukan panitia pemilihan, kesiapan lain, agar prosesnya sesuai regulasi, disiapkan mulai sekarang. Jika digelar mendadak nanti juga malah menyalahi aturan,” jelasnya.

“Mulai sekarang Exco menyiapkan, mudah-mudahanlah. Saya pikir semua pecinta bola Indonesia ingin sepakbola lebih baik lagi,” lanjutnya.

Rumadi mengaku perwakilan klub juara Liga 2 Indonesia musim lalu telah bertemu dengan sejumlah klub membahas rencana KLB ini. “Sudah kemarin,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, PSSI akhirnya memutuskan menggelar KLB setelah Plt Ketua Umum Joko Driyono menjadi tersangka. PSSI saat ini sedang menunggu restu dan arahan dari FIFA.

Anggota Komite Eksekutif PSSI yang ditunjuk bertemu FIFA, Gusti Randa, memperkirakan KLB baru bisa digelar setelah Pemilu. Padatnya agenda tak memungkinkan melakukan KLB secepatnya.

“Kemungkinan setelah Pemilu karena kan Pemilu tinggal 53 hari kurang lebih, jadi kami (KLB) setelah pemilu mungkin. Paling cepat seminggu setelah Pilpres, mungkin saja. Tanggal berapanya kami belum tahu itu urusan Kesekjenan nanti yang mengatur sesuai tahapan-tahapan regulasi, karena kami harus membentuk KP (Komite Pemilihan) dulu,” ujar Gusti kepada pewarta, Rabu pekan ini.