Pelatih Anyar Arema Diharap Bisa Temukan Lagi Sosok Seperti Dedik Setiawan dan Jayus Hariono

Manajemen Arema FC angkat bicara soal harapan mereka pada Siswantoro, yang terpilih masuk ke jajaran tim kepelatihan klub tersebut. Mereka berharap, legenda Arema Malang ini bisa mencetak lagi Dedik Setiawan dan Jayus Hariono yang baru.

Siswantoro, sebelumnya, telah resmi masuk dalam jajaran kepelatihan Arema FC. Pelatih yang juga berprofesi sebagai dosen tersebut sudah tampak hadir dalam sesi latihan Arema yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (13/02) sore.

Sebelum bergabung dengan Arema, Siswantoro merupakan pelatih Metro FC. Di klub tersebut, ia berhasil mengorbitkan sejumlah pemain muda, termasuk Jayus Hariono dan Dedik Setiawan yang saat ini menjadi tulang punggung Arema.

Kepiawaian Siswantoro dalam menemukan dan memoles pemain muda ini yang membuat manajemen Arema menaruh harapan tinggi padanya. Mereka ingin Siswantoro bisa menemukan lagi sosok-sosok seperti Dedik dan Jayus, yang diproyeksikan menjadi kekuatan Arema pada masa mendatang.

“Sis adalah sosok pemandu bakat yang bagus. Buktinya, ia bisa menemukan dan memoles pemain muda seperti Dedik dan Jayus,” ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net, Rabu (13/02).

“Kami ingin ada pemain-pemain seperti mereka lagi. Di Malang Raya, ada banyak anak-anak seperti Dedik dan Jayus. Dengan industri sepak bola seperti ini, kami ingin tak sekadar menjadi konsumen pemain, tapi juga sebagai produsen,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ruddy membeber harapan lain manajemen Arema pada sosok Siswantoro. Ia berharap, keberadaan Siswantoro bersama sejumlah eks pemain lain di tim kepelatihan -seperti Kuncoro, Yanuar Hermansyah, dan Singgih Pitono- bisa menjaga karakter Arema.

“Selama saya menangani tim, saya akan berupaya mengambil asisten pelatih dari mantan pemain Arema sendiri,” kata Ruddy.

“Ini penting agar roh Arema tak hilang,” ia menambahkan.

Selain itu, menurut Ruddy, keberadaan Siswantoro diharapkan bisa membuat kondisi para penggawa Arema kian maksimal. Manajer berusia 47 tahun ini menyebut bahwa bisa saja Siswantoro dan Singgih Pitono bakal bergantian ditinggal dalam laga tandang untuk memaksimalkan kondisi pemain yang tak dibawa.

“Musim depan, jadwal yang kami hadapi kan cukup ketat. Ini tentu membutuhkan kondisi semua pemain dalam level tertinggi,” ujar Ruddy.

“Dengan adanya tambahan satu pelatih ini, kami harap para pemain bisa berada dalam kondisi siap,” tandasnya.