Staf Ahli Gubernur Diharapkan Jadi Penyelamat Sriwijaya FC

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berharap pemilik baru Sriwijaya FC Asfan Fikri Sanaf dapat menyelamatkan Laskar Wong Kito dari keterpurukan, dan membawa tim kembali promosi ke Liga 1.

Asfan secara resmi telah ditunjuk menjadi presiden baru Sriwijaya FC menggantikan Dodi Reza Alex yang mengundurkan diri. Asfan bukan hanya sekadar menjabat sebagai presiden, tapi juga pemilik klub, karena staf ahli gubernur Sumsel bidang keuangan ini telah memegang saham mayoritas.

Penunjukkan Asfan ini dikabarkan bakal diikuti pengambilalihan saham mayoritas oleh badan usaha milik negara (BUMN) di Sumsel. Namun Herman enggan membeberkan hal itu, dan hanya menyebutkan telah mendapat restu dari menteri BUMN Rini Soemarno. Ia hanya berharap Asfan bisa menjadi penyelamat Sriwijaya FC.

“Soal BUMN, sebenarnya bukan rumor. Tetapi untuk sekarang, kami tunjuk pak Asfan dulu sebagai penyelamat. Bu Rini sudah memberi persetujuan kalau BUMN bisa menjadi kemintraan suponsor untuk Sriwijaya FC. Masalah nama, saya pastikan kata ‘Sriwijaya’ tidak akan hilang. Markas juga tidak boleh lari dari Sumsel,” papar Herman.

“Pak Asfan kami minta untuk langsung kejar target bawa Sriwijaya FC ke Liga 1. Harus bisa langsung promosi nantinya. Untuk masuk Liga 1, artinya harus masuk tiga besar. Ini target awalnya.”

“Jangan ada lagi gonta-ganti pemain yang asal-asalan. Lebih baik kami cari pemain yang betul-betul andal, sedikit berbiaya juga tidak masalah. Saya yakin sponsor akan masuk.”

Sementara itu, Asfan mengaku siap menjalankan mandat dari gubernur. Menurutnya, ia dalam waktu dekat akan bertemu dengan seluruh elemen klub, dan mengembalikan nama Sriwijaya FC di kasta tertinggi persepakbolaan nasional.

“Sebagai orang baru, tentunya dalam waktu dekat akan lakukan konsolidasi. Hal yang sudah baik akan kami pertahankan, dan yang kurang akan kami perbaiki. Kami akan lakukan pembenahan seperti target yang dipesan Gubernur, mengembalikan lagi gengsi Sriwijaya FC di kancah sepakbola nasional,” tutur mantan Dirut Bank Sumsel Babel tersebut. (gk-70)