Isu KLB PSSI Mengemuka, Persipura Tegaskan Sikap

Isu Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI kembali menyeruak. Menyusul ditetapkannya Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menjadi tersangka oleh pihak kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, manajemen Persipura menyampaikan sikapnya. Mereka menolak gagasan untuk menyelenggarakan KLB dalam waktu dekat ini.

Sekretaris Umum Persipura, Rocky Bebena mengatakan, KLB bukanlah solusi untuk memecahkan persoalan saat ini. Malah justru akan menimbulkan kegaduhan baru karena berdekatan dengan pemilihan presiden (Pilpres) dan legislatif.

Tak cuma itu, Rocky juga bersandar kepada statuta PSSI mengenai pergantian Ketum. Bisa saja anggota Komite Eksekutif (Exco) yang mengisinya.

“Jangan salah persepsi dulu, jangan dulu bawa dulu ke KLB karena kasus ini, apalagi ketua umum itu kemarin mengundurkan diri, berarti harus diganti dengan pelaksana tugas (Plt), jadi kalau bermasalah lagi, maka exco tertua bisa menjadi pengganti untuk melaksanakan tugas itu,” ujar Rocky.

“Kami buka tidak mau melaksanakan KLB pasca kasus itu, tapi agenda penting sekarang sudah dekat pilpres dan pileg . Semua harus menghargai agenda negara ini dan jangan meremehkan agenda ini,” imbuhnya.

Baiknya menurut Rocky, kepengurusan saat ini dibiarkan menyelesaikan tugas hingga 2020 mendatang. Sehingga mekanisme dalam organisasi PSSI berjalan sesuai aturan.

“Karena kalau sekarang digelar, KLB itu bisa menjadi sebagai alat provokasi sekaligus bisa mengganggu sistem. Biarkan kepengurusan periode ini berakhir, karena hanya tersisa setahun lagi untuk memilih ketua umum baru,” tutur Rocky. (baw)