Dewan Pembina PSSI: Lebih Jantan Joko Driyono Mundur

Dewan pembina PSSI Syafruddin angkat bicara terkait status tersangka Joko Driyono. Ia, menyarankan pria yang karib dikarib disapa Jokdri tersebut mundur dari jabatannya sebagai Plt ketua umum induk sepakbola nasional itu.

Menurut Syafruddin lebih etis Jokdri tak lagi memegang jabatannya. Hal ini agar situasi di PSSI jadi kondusif meski sampai sekarang kepolisian masih mendalami kasus sosok asal Ngawi, Jawa Timur tersebut.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi orang yang menyuruh Musmuliadi dan Muhammad Murdani Mogot menerobos masuk ke eks kantor PT Liga Indonesia untuk mengambil barang. Padahal, tempat tersebut sudah diberi garis polisi.

“Ya [Jokdri] sudah tersangka maka mundurlah. Orang seperti ketua umumnya [Edy Rahmayadi] jantan, ketua umum sebelumnya jantan, padahal dia tidak bersalah dia cuma merasa di dalam ada tidak beres maka dia bertanggung jawab mundur,” kata Syafruddin.

“Yang brengsek dibersihkan, harus profesional, yang tidak profesional harus menyingkir atau sadar saja mundur sendiri artinya berhenti sendiri,” tambahnya.

Mantan Wakapolri tersebut mengatakan siap membantu Satgas Anti Mafia dalam membersihkan sepakbola tanah air. Hal ini demi kebaikan persepakbolaan Indonesia yang dinilainya sudah terlalu kotor.

“Saya sebagai pembina saya akan bersihkan itu pakai aparat penegak hukum saya bekas Wakapolri, supaya dunia persepakbolaan bagus, kenapa, antusiasme publik kasihan jangan mencederai keinginan publik,” ucapnya.