Piala Indonesia Bukan Prioritas Utama Jafri Sastra

Laga babak 16 besar Piala Indonesia melawan Bhayangkara FC pada 19 dan 24 Februari ini, bukan menjadi prioritas, Jafri Sastra setelah datang untuk kali pertama di lapangan Sekolah Terang Bangsa, Kamis (14/2).

Pelatih Kepala PSIS Semarang ini tidak ingin berkomentar banyak pada ajang yang digelar sejak 2018 lalu. Dia hanya berkata akan memproyeksikan pemain muda dalam leg pertama melawan Bhayangkara FC di Stadion PTIK Jakarta pada 19 Februari. ”Saya tidak memperdulikan siapa lawan di Piala Indonesia. Prioritas saya di Liga 1. Namun di Piala Indonesia kami sudah melaju sampai saat ini dan biar mengalir saja,” kata Jafri.

Pria yang selama ini masih berlibur di Sumatera Barat saat tim sudah berkumpul sejak awal Januari lalu itu juga menyebut, PSIS sudah tertinggal dalam hal persiapan untuk Liga 1 dibanding tim lain. Kedatangannya pada Kamis pagi juga dia bilang sudah lebih awal satu hari dibanding rencana sebelumnya yakni Jumat (15/2) ini. ”Sebelumnya saya program latihan bersama pada pekan ketiga Februari. Namun kami percepat karena anak-anak sudah berkumpul,” lanjut Jafri.

Di kesempatan pertamanya tahun ini menukangi latihan Hari Nur dan kolega, Jafri menberikan materi 75 menit kepada pemain. Pemain senior dia lihat kebugarannya sudah lumayan. Namun untuk pemain dari PSIS U-19 yang dipromosikan ke tim utama masih terlihat kurang.

”Pemain muda yang terlibat di Piala Indonesia kemarin masih terus kami pantau. Untuk pemain lama yang baru datang seperti M Yunus dan Inbrahim Conteh juga butuh adaptasi. Dua pemain ini kami tempatkan di latihan terpisah. Ke depan jika semua sudah baik kami akan adakan beberapa tes,” papar Jafri.

Juru taktik berusia 53 tahun ini menargetkan 20 Februari pemain PSIS sudah semua berkumpul. Termasuk Jandia Eka Putra, Safrudin Tahar, Aldaier Makatindu, dan empat pemain baru yakni Wallace Costa, Claudio Marini Junior, Arthur Bonai, serta Kelvin Wopi. ”Bisa dibilang kami bentuk tim lagi dari nol untuk Liga 1 2019. Sebab ada lima pemain kami yang hengkang. Seperti Bruno, Gilang, Haudi, Nerius, dan Petar. Mereka lima pemain inti musim lalu yang tidak lagi bersama kami,” lanjutnya.

Prioritas Jafri kepada Liga 1 tidak berimbas buruk untuk Piala Presiden. Ajang ini dianggap cocok baginya untuk melihat kondisi pemain dan peningkatan kerja sama tim karena empat hari libur usai laga berlangsung. Padahal ajang ini tidak seresmi Piala Indonesia yang menjadi bagian agenda PSSI.

”Menurut saya Piala Presiden itu baik untuk sarana latihan dan bertanding dalam sebuah suasana kompetisi. Apalagai minimal kami fokus dia jang itu selama dua minggu di penyisihan dari pengakaman yang sudah-sudah,” beber Jafri.