Komite Ad Hoc Integritas PSSI Minta Joko Driyono Buka Suara

Ketua Komite Ad Hoc Integritas PSSI, Ahmad Riyadh angkat bicara soal penetapan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka. Riyadh meminta agar Jokdri buka suara agar kasus pengaturan skor bisa terang benderang.

Joko Driyono atau yang akra disapa Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas perusakan alat bukti dugaan pengaturan skor. Pria asal Ngawi itu menjalani pemeriksaan pada Senin (18/2/2019).

Riyadh berharap Jokdri bisa menjadi motor penggerak dan penguatan Komite Ad Hoc Integritas dalam menjalankan tugas menjaga integritas PSSI. Apapun temuan Satgas, bisa dibeberkan kepada masyarakat.

“Komite Integritas tetap menyikapi secara positif, semua proses hukum tersebut merupakan upaya untuk menjawab dan menjernihkan persoalan di tubuh menerpa PSSI, berkaitan dengan isu pengaturan skor dan manipulasi pertandingan,” ujar Riyadh saat dihubungi pewarta, Sabtu (16/2/2019).

“Satgas diharapkan bisa menyampaikan hasil temuan mereka kepada masyarakat luas secara benar dan profesional, hasil penyidikan maupun proses penggeledahan sesuai dengan UU dan peraturan perundangan,” dia menambahkan.

Pria yang juga pengacara itu berharap Jokdri menjelaskan dan membuktikan jika memang tidak terlibat dalam dugaan pengaturan skor maupun manipulasi pertandingan. Satgas pun diharapkan bisa memilah pelanggaran yang terjadi.

Jika berkaitan dengan pidana tentu akan berlanjut sesuai proses hukum. Tapi, apabila masuk dalam pelanggaran statuta, sebaiknya PSSI mendapat informasi agar ditindaklanjuti sesuai dengan sanksi atau hukuman menurut statuta.

“Penjelasan Plt Ketua Umum PSSI akan memperjelas, keterlibatan pihak-pihak yang terkait pelanggaran statuta maupun yang melanggar di luar statuta, sehingga akan memperjelas informasi kepada masyarakat,” kata Riyadh.