Dikalahkan Borneo FC, PSS Sleman Tak Kecewa

Kekalahan 1-0 dari Borneo FC pada leg pertama babak 16 Besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Segiri, Jumat (16/2) malam WIB, tidak terlalu mengecewakan bagi pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro.

PSS datang ke Samarinda hanya dengan kekuatan 15 pemain. Namun mereka memberikan perlawanan sengit, walau akhirnya harus kebobolan lewat gol Lerby Eliandry melalui titik putih pada menit ke-27.

“Saya puas melihat perkembangan pemain, karena ada perubahan dibandingkan melawan Barito [Putera]. Ini merupakan penampilan positif bagi kami. Minimal 15 pemain ini bisa menjadi modal kami,” ujar Seto.

“Kami tentu akan memperbaiki kekurangan agar tampil lebih bagus di leg kedua. Kami juga mengamati cara bermain kami, dan terjadinya proses gol. Ini menjadi bahan evaluasi kami.”

Di lain kubu, pelatih Borneo FC Fabio Lopez mengaku sengaja menurunkan tempo permainan di babak kedua untuk mengimbangi PSS. Menurutnya, Borneo FC bermain lebih baik dibandingkan tim tamu.

“Sleman adalah tim bagus, dan mereka bisa membaca permainan kami. Di babak kedua, kami meminta pemain menunggu dan menahan serangan Sleman. Kami juga mendapat dua atau tiga peluang, tapi tidak menjadi gol,” kata Fabio.

Pertandingan ini berlangsung cepat dan keras, tapi kami bermain lebih baik dari mereka. Harusnya lawan cukup pusing dengan hasil 1-0. Ada beberapa evaluasi untuk memperbaiki tim, dan bersiap menghadapi mereka di leg kedua.”