3 Fakta Kei Hirose, Rekrutan Persela yang Pernah Malang Melintang di Sepak Bola Eropa

Klub Liga 1 2019 asal Jawa Timur, Persela Lamongan akhirnya secara resmi mendapatkan tanda tangan pemain asing pertamanya untuk musim ini, Kei Hirose.

Berasal dari Jepang, kedatangan Kei Hirose akan mengisi slot pemain asing asal Asia klub berjuluk Laskar Joko Tingkir itu, menggantikan posisi yang sebelumnya sempat diisi Ahmed Atayev.

Menariknya meski merupakan pemain asli Jepang, Kei Hirose justru memulai dan menghabiskan karier profesionalnya di benua Eropa sebelum hijrah ke Persela Lamongan.

Fakta mengenai karier Hirose tersebut sendiri merupakan satu di antara beberapa fakta lainnya yang berhasil INDOSPORT rangkum dari sosok 23 tahun itu. Apa saja, berikut dijabarkan.

Karier di Eropa
Seperti disinggung di atas, Kei Hirose mengawali karier profesionalnya pada Januari 2016 di klub asal Jerman, VfR Fischeln yang berkompetisi di kasta keenam atau Oberliga Niederrhein.

Bermain selama enam bulan hingga akhir musim 2015/16, Kei Hirose dipercaya tampil dalam 12 laga dan sukses mencetak 3 buah gol.

Di kasta yang sama, Kei Hirose sempat dua kali berpindah klub selepas musim perdananya itu. Mulai dari satu musim di FC Kray, hingga bergabung ke TV Jahn Hiesfeld selama tiga musim hingga promosi ke kasta kelima Liga Jerman.

Keberhasilan Hirose membawa timnya promosi, membuat dirinya mendapatkan kesempatan bermain di kasta tertinggi Liga Malta bersama klub Lija Athletic pada musim 2017/18. Semusim berselang, dirinya pun hijrah ke klub Malta lainnya di divisi yang sama, Mosta FC.

Pemain Serba Bisa
Berposisi asli sebagai pemain sayap kiri, Kei Hirose nyatanya merupakan pemain yang serba bisa.

Pemain bertinggi 172 cm itu juga bisa dimainkan di posisi sayap kanan, winger kanan-kiri hingga menjadi second striker di depan.

Kecakapan bermain multiposisi itu jugalah yang membuat manajemen Persela Lamongan tertarik memakai jasanya di Liga 1 2019 ini, selain juga karena kecepatan dan skill yang memang dimiliki pemain kelahiran tahun 1995 itu.

“Pemain dengan multiposisi itu sangat jarang. Jadi, ini sebuah keuntungan bagi kami. Semoga bisa mengangkat prestasi Persela,” kata manajer Persela, Edy Yunan Achmadi.

Jebolan Universitas
Sebelum akhirnya menjejaki karier sebagai pemain profesional di Jerman, bakat Hirose sebenarnya sudah tertempa sejak dirinya berada di bangku kuliah di Universitas Senshu.

Di salah satu universitas swasta yang berada di kawasan Chidoya, Tokyo, Jepang itu, Hirose tergabung bersama tim sepak bola Universitas Senshu sejak Juli 2015.

Dari tim sepak bola Senshu sendiri, Hirose bukan satu-satunya yang kemudian bisa muncul sebagai pesepak bola profesional.

Beberapa di antaranya bahkan bisa bersaing di kasta tertinggi sepak bola Jepang, seperti salah satunya penjaga gawang Urawa Reds, Haruki Fukushima.