Sanksi Larangan Masuk Stadion Tak Halangi Yuli Sumpil Pimpin Aremania di Tribun

Sanksi berat yang dijatuhkan tak menghalangi Dirigen gaek Aremania, Yuli Sumpil, untuk tetap memimpin Aremania di tribun Stadion Kanjuruhan. Sebagaimana diketahui, PSSI sebelumnya telah menjatuhi sanksi larangan memasuki stadion seumur hidup untuk Yuli Sumpil.

Aksinya saat turun ke lapangan dan menaburkan lembaran uang kertas pecahan seratus ribu rupiah kepada pemain Persebaya Surabaya, dianggap sebagai aksi provokatif kelas berat pada 6 Oktober 2018 silam.

Atas pelanggaran itu, Yuli Sumpil dijerat sanksi berupa larangan memasuki stadion seumur hidup. Namun, sanksi yang rancu itu kemudian jelas saat dirinya tetap bisa memimpin Aremania di Piala Indonesia, dan hanya berlaku di kompetisi Liga 1.

“Yang jelas, aksi saya waktu itu memang salah, dan tidak patut ditiru adik-adik Aremania lainnya. Tapi saya tegaskan lagi, bahwa aksi itu murni reflek dan saya tidak dalam kondisi mabuk (minuman keras),” Yuli Sumpil menandaskan.

Kendati demikian, deraan sanksi yang menjadi sorotan publik sepak bola nasional, tak lantas menyurutkan niatnya untuk tetap mendukung Arema FC. 

“Kalau pun tidak ada saya (sebagai pemimpin di tribun), saya yakin Aremania tetap akan menjadi suporter terbaik,” ujar Julez, sapaan akrabnya. 

Ia juga sama sekali tidak pernah mau dianggap sebagai pemimpin Aremania. Di satu sisi, ia sudah menjadi ikon Aremania, dan sudah dipercaya untuk tetap memimpin ribuan suporter di setiap laga Arema FC di Kanjuruhan dan stadion lainya.

“Karena saya dan Aremania lainnya berkedudukan yang sama. Kami sama-sama beli tiket, dan punya hak maupun kewajiban yang sama di stadion,” pungkasnya.