PSIS Semarang Hormati Keputusan Gelandang Persis Solo

Manajemen PSIS Semarang menghormati gelandang muda Tegar Pangestu yang memilih kembali ke Persis Solo setelah mendapat masukan dari orang tuanya, kendati masuk ke dalam proyeksi jajaran pelatih Mahesa Jenar.

Manajer umum PSIS Wahyoe Winarto mengutarakan, Tegas sebetulnya masuk ke dalam daftar rekomendasi staf pelatih, menyusul performanya di Piala Indonesia, dan kedua belah pihak sempat bernegosiasi.

“Kami menghormati keputusan Tegar yang mengikuti saran orang tua untuk tetap di Persis Solo, meski dia masuk ke dalam proyeksi. Kami juga sempat negosiasi setelah pertandingan di Batang. Kami tidak menghalangi,” ucap Liluk, sapaan Wahyoe.

Sedangkan Tegar mengatakan, selain keinginan orang tua, alasannya dirinya kembali ke Persis juga setelah tidak menemui kata sepakat dengan manajemen PSIS. Tegar tak mempermasalahkan kehilangan peluang bermain di kasta tertinggi.

“Ini keputusan sangat sulit yang saya ambil. Satu sisi saya ingin mencoba kemampuan di Liga 1, namun satu sisi orang tua menginginkan saya kembali ke Solo,” ujar Tegar.

“Setelah tidak deal dengan PSIS, saya dihubungi manajemen Persis, dan negosiasi kontrak. Secara lisan sudah deal dengan Persis. Saya harus memutuskan, dan kembali ke Solo. Rencana pekan ini saya ke Solo.”

Di samping Tegar, jajaran pelatih telah merekomendasikan pemain seleksi lainnya, yakni Soni Setyawan, Heru Setiawan, serta Dani Raharjanto. Begitu juga dengan dua penggawa Perseru Serui, Arthur Bonai dan Kevin Wolpi. Menurut Liluk, mereka masih dalam tahap negosiasi.

“Khusus untuk Dani, masih kami rapatkan, karena dia akan dimasukkan ke kuota pemain U-23. Kami ingin memastikan umur Dani lebih dulu, dan syarat umur pemain U-23,” jelas Liluk. (gk-18)