Haruna Sumitro: Semestinya Piala Presiden Naik Level

Manajer Madura United FC, Haruna Sumitro menilai pagelaran Piala Presiden sebagai sebuah turnamen besar dan semestinya naik level dari hanya sekedar trunamen pra musim yang diikuti tim-tim peserta kompetisi tanah air.

Bahkan pihaknya juga sempat mengkritik terhadap pagelaran turnamen tersebut, khususnya dalam aspek level gelaran yang dinilai semestinya lebih tinggi dari hanya sekedar level pra musim.

“Madura United sudah pernah mengkritik, turnamen Piala Presiden ini terlalu besar maknanya untuk sekedar gelaran pra musim. Piala Presiden itu terlalu berat, seharusnya naik level berisikan juara-juara kompetisi di ASEAN. Umpamanya juara Filipina, Laos, Vietnam dan lainnya,” kata Haruna Sumitro, Sabtu (2/2/2019).

Hanya saja pihaknya tetap akan ambil bagian pada turnamen yang dijadwalkan bergulir pertengahan Februari 2019 mendatang. “Jadi tahun lalu kami pernah kritik itu (turnamen Piala Presiden), tapi faktanya tetap digelar. Bagi kami apa daya jika tidak ikut Piala Presiden, nanti dipikir kami makar,” ungkapnya.

“Apalagi nantinya juga bisa dipilitisasi dan ditafsirkan yang aneh-aneh, jangan diplesetkan macam-macam bahwa Madura United tidak mendukung presiden. Ini tahun politik, ngomong sedikit bisa bahaya,” sambung pria yang pernah menjabat Ketua Asprov PSSI Jawa Timur.

Dari itu pihaknya memastikan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab bakal tetap ikut serta pada turnamen tahunan yang juga diikuti tim kontestan Liga 2 untuk melengkapi 20 peserta. “Turnamen ini menjadi agenda yang harus diikuti klub anggota PSSI, kalau bicara kontinuitas sudah rutin setiap tahun ke tahun. Kebetulan saja sekarang ada gelaran pemilu,” jelasnya.

“Kami tidak melihat turnamen (Piala Presiden) ini sebagai ajang berbau politik, tapi kami melihat turnamen ini sebagai lanjutan program yang digelar dari tahun ke tahun. Meskipun Madura pernah mengkritik tahun lalu,” pungkasnya. [pin/kun]