Dianggap Pengganti Hansamu, Begini Kata Bek Anyar Barito Putera

Usai tersingkir dari Piala Indonesia karena kalah agregat dari PSS Sleman di babak 32 besar, para pemain Barito Putera langsung dibubarkan sementara sejak Kamis (30/1).

Para pemain tim Laskar Antasari diberikan waktu berlibur selama tiga hari dan diminta untuk kembali berkumpul pada Senin (4/2) sore.

Waktu libur pun dimanfaatkan para pemain untuk pulang ke kampung halaman masing masing.

Salah satunya pemain belakang Barito yang baru bergabung musim ini, Ahmad Mahrus Bachtiar.

Satu wajah baru menghiasi latihan perdana Barito Putera menghadapi 32 Piala Indonesia 2018 dan Liga 1 2019 di stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin (14/1) sore.

Berperawakan tinggi dan bersemir rambut putih pirang, dialah bek Anyar Barito Putera yang dicomot dari tim Semen Padang, Mahrus Bachtiar.

Mengenai kesannya di Banjarmasin, Mahrus mengaku cukup didukung dengan cuaca dingin dan hujan di kota Seribu Sungai.

“Cuacanya hujan dan bagus mungkin pertanda nasib saya akan baik di sini,” ujar dia.

Disinggung apakah menjadi beban ketika dianggap sebagai pengganti bek Barito Putera yang hengkang ke Persebaya Hansamu Yama Pranata, Mahrus mengaku biasa saja.

“Saya yang penting bermain bagus saja soal penilaian saya serahkan ke pelatih dan para pendukung Barito Putera,” kata Mahrus.

Mahrus sebenarnya dulu sudah hampir pasti bergabung dengan skuad Laskar Antasari pada musim 2014 lalu.

“Saat itu pelatihnya Salahuddin saya diminta bergabung namun saya sudah keburu kontrak di Gresik jadi gagal karena belum rezeki saya kesini (Barito Putera),” katanya.

Baru di musim 2019 ini, Mahrus bisa mewujudkan keinginan bergabung.
Namun Barito tidak mudah mendapatkan tanda tangan Mahrus sebab dua klub lain juga mengincarnya.

“Saya juga dihubungi Persita Tanggerang dan Kalteng Putra. Tapi Managemen Barito lebih intens dan disini kekeluargaannya sangat terasa,” sebut Mahrus.