Pegang Tiket dan Tak Bisa Masuk Stadion, Ribuan Aremania Nyaris Buat Kerusuhan

Pekerjaan rumah berskala besar, langsung dialami Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC di tahun ini. Dalam laga uji coba menjamu Timnas Indonesia U-22, terjadi fenomena miris dengan banyaknya Aremania yang memegang tiket namun tidak bisa masuk ke Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/02/19) malam.

Hal itu terjadi akibat kapasitas duduk di tribun Kanjuruhan sudah penuh oleh puluhan ribu Aremania. Sehingga, Panpel langsung menutup semua pintu masuk begitu Wasit Jumadi Effendi meniup peluit sebagai tanda kick-off tepat pukul 16:00 WIB.

“Kami mendapati, ternyata masih banyak Aremania yang memegang tiket tapi tidak bisa masuk akibat tribun sudah penuh,” papar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Situasi itu pun nyaris berujung pada kerusuhan, setelah ribuan Aremania mendorong dan menendang gerbang yang terletak di sisi pintu VIP utara. Sempat terjadi adu mulut antara suporter fanatik Arema FC itu dengan puluhan petugas keamanan, yang terdiri dari match steward, kepolisian, dan TNI yang bertugas.

“Setelah berdiskusi dengan aparat keamanan, maka kami memilih opsi terbaik daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Pihaknya pun memilih untuk menyelamatkan pertandingan dari potensi kerusuhan, dengan membuka gerbang di awal babak kedua. Ribuan Aremania yang sudah kecewa pun berbondong-bondong menunjukkan karcis masuk yang sudah dibelinya agar tetap terlihat dalam separuh pertandingan.

“Tapi, Aremania yang kami masukkan itu memang bisa menunjukkan tiket yang sudah dibeli dan itu asli dari Panpel,” pungkasnya.