Madura United Tak Terima Disebut Sebagai Sriwijaya FC Jilid 2

Kebijakan Madura United mendatangkan pemain bintang macam Aleksandar Rakic dan Jaimerson Xavier memang membuat publik takjub. Namun, tak sedikit pula yang mencibir hal itu karena dianggap melakukan hal mubazir.

Di media sosial, banyak warganet yang menjuluki Madura United sebagai Sriwijaya FC Jilid 2. Hal itu berkaca pada yang terjadi musim lalu. Saat itu, Sriwijaya jor-joran mendatangkan pemain bintang pada awal musim namun mengalami degradasi.

Banyak yang meramalkan nasib Madura United akan seperti Sriwijaya FC. Mendengar sindiran itu, Manajer Madura United, Haruna Soemitro angkat bicara. Menurutnya, cibiran yang dilakukan oleh warganet tidak berdasar karena kebijakan klubnya berbeda dengan Sriwijaya.

“Madura United mendatangkan pemain sebagai aset, bukan beban biaya. Jangan berpikiran Madura United adalah Sriwijaya Jilid 2. Makanya saya bingung juga ini. Orang mengatakan begitu itu dari mana kalau tidak tahu hubungannya?” kata Haruna kepada Bola.com.

Seperti diketahui, musim lalu Beberapa nama seperti Makan Konate, Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony, Esteban Vizcarra didatangkan oleh Sriwijaya. Bahkan, mereka juga juga merekrut pemain asal Tajikistan, Manuchekhr Dzalilov, yang merupakan pemain terbaik di Piala AFC 2017.

Belum lagi, pelatih sekaliber Rahmad Darmawan ditunjuk untuk menakhodai tim itu dengan beban target meraih gelar juara. Sayangnya, klub berjulukan Laskar Wong Kito kemudian mengalami kesulitan finansial. Ujungnya, mereka harus rela tampil di Liga 2 2019.

“Visi Madura United adalah menjadikan pemain sebagai invesitasi. Jangan investasi itu kemudian disamakan dengan klub lain yang bangkrut, itu menjadikan biaya pemain sebagai beban. Orang menghina Madura United akan menjadi Sriwijaya FC Jilid 2 itu pikiran sesat. Kami merekrut pemain itu ada visinya,” imbuh Haruna.

Sebenarnya, banyak juga yang bertanya-tanya berapa anggaran biaya Madura United memberikan nilai kontrak kepada para pemain.

Skuat Laskar Sape Kerap terlalu mewah karena berisikan banyak pemain berkualitas. Rakic dan Jaime misalnya. Berdasarkan situ transfermarkt, kedua pemain itu memiliki market value terbesar. Masing-masing secara berurutan bernilai 270 ribu euro atau sekitar Rp 4,3 miliar dan 600 ribu euro atau sekitar Rp 9,7 miliar.

Itu belum juga termasuk pemain lain yang tak kalah bagusnya. Sebut saja Andik Vermansah, Zah Rahan, Greg Nwokolo, Slamet Nurcahyo, Zulfiandi, Fachruddin Aryanto, dll. Haruna menegaskan kondisi keuangan timnya tetap sehat.

“Saya bersyukur karena anggaran Madura United tahun ini terkoreksi cukup signifikan dibandingkan musim kemarin. Justru total belanja musim lalu itu lebih besar daripada musim ini. Ini yang harus diterangkan kepada masyarakat. Itu (bernasib seperti Sriwijaya FC) tidak akan terjadi karena kami proyeksi ini dengan berdasarkan sponsor dan pendapatan klub,” ucap Haruna.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*